Kisah Basofi Sudirman Dijebak jadi Penyanyi Dangdut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basofi Sudirman. dok.TEMPO

    Basofi Sudirman. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Basofi Sudirman mengembuskan nafas terakhirnya di RS Medistra, Jakarta, Senin, 7 Agustus 2017. "Beliau, pukul 11.00 tadi  meninggal dunia, setelah kita semua kumpul. Adik, kakak, semua lengkap," kata M. Charis Firismanda, mengungkapkan berpulang ayahandanya, Basofi Sudirman. Penyebab kematian almarhum, menurut Charis dan Rayon, perawat Basofi, adalah leukimia.

    Masyarakat tidak saja mengingatnya sebagai Gubernur Jawa Timur periode 1993 – 1998, dan sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta 1987 – 1982, tapi ia dikenal pula pernah mengeluarkan hit single yang sangat kondang masa itu, lagu dangdut kartya Leo Waldy Tidak Semua Laki-laki.

    Baca juga:

    Mantan Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman Meninggal

    Saat lagu itu direkam Basofi Sudirman menjabat sebagai Ketua DPD Golkar dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Untuk peredaran di Jakarta, album solo itu dicetak 30.000 kopi.  Ternyata, rekaman itu bukan kesengajaan. Basofi mengaku karena dijebak.

    Saat itu bulan Ramadan,  bersama rekan-rekannya ia diajak melihat studio rekaman Gadjah Mada Record di Ciracas, Jakarta Timur. Tanpa sengaja Basofi langsung in action menyanyikan lagu Tanda Cinta. Ternyata, suaranya "lolos sensor".

    Baca pula:

    Basofi Sudirman dan Sosok 'Tidak Semua Laki-laki'

    Album perdana Basofi Sudirman berisi sembilan lagu. Salah satunya, Fatamorgana, liriknya ditulis sendiri. Ketika itu basofi menceritakan, waktu rekaman dilakukan dari pukul 22.00 hingga 01.00. Tapi, "Kesibukan sehari-hari saya tak sampai terganggu," katanya.

    S. DIAN ANDRYANTO  I  TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.