Kepolisian Telah Atur Jadwal Pemeriksaan terhadap Novel Baswedan

Reporter

Wakil Kepala Polri (Wakapolri) yang baru Komisaris Jenderal Syafruddin saat mengikuti upacara pelantikan di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 10 September 2016. Mantan Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) Komisaris Jenderal Syafruddin resmi dilantik sebagai Wakapolri melalui Surat Keputusan Nomor 917/IX/2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Syafruddin mengatakan kepolisian telah menentukan jadwal pemeriksaan terhadap Novel Baswedan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, yang diserang pada 11 April 2017. Meski begitu, ia tak memastikan kapan tepatnya pemeriksaan akan dilakukan.
 
“Polda Metro sudah menjadwalkan (periksa Novel Baswedan), saya enggak hafal jadwalnya seperti apa, timeline-nya seperti apa, karena itu ditangani Polda Metro,” kata Wakapolri Syafruddin di rumah Idrus Marham, di Cibubur, Jakarta, Ahad 6 Agustus 2017.

Baca juga:

Fahri Hamzah: Novel Baswedan Pulang ke Indonesia, Bicara di Sini

Penyelidikan kasus serangan terhadap Novel berjalan lambat. Hingga hari ke-117 setelah serangan, kepolisian belum berhasil menangkap dua pelaku yang menyerang Novel. Kepolisian berdalih Novel menolak pemeriksaan tim penyidik.  Kepolisian berharap Novel menyerahkan bukti yang dimilikinya.
 
Lambatnya proses penyelidikan membuat Koalisi Masyarakat Sipil mendorong dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta untuk mencapai titik terang kasus ini. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azran Simanjuntak menjelaskan TGPF nantinya berfungsi untuk menyediakan data terkait kasus ini untuk dilakukan secara pro justisia. Menurut Dahnil, tim gabungan ini membantu kepolisian untuk proses hokum yang objektif.

Baca pula:

Novel Baswedan Kantongi Sejumlah Bukti Pihak Terlibat, Siapa?

Kepolisian menolak dan memastikan tidak akan membentuk tim gabungan karena ada progres penanganan kasus seperti rilis sketsa wajah terduga pelaku penyerangan. Syafruddin menambahkan tim dari kepolisian dan KPK sedang melakukan langkah hokum secara lebih intensif.
 
“Kapolri sudah menjelaskan, bagaimana langkah-langkah progresif, terus gambar wajah (pelaku), langkah-langkahnya  sudah semakin maju,” ujar Wakapolri Syafruddin. Ia pun enggan mengomentari kemungkinan dibentuknya tim gabungan pencari fakta Novel Baswedan ini.
 
ARKHELAUS W.
 






Hakim Agung Kena OTT KPK, Adanya Mafia Peradilan Tak Lagi Samar-samar?

8 jam lalu

Hakim Agung Kena OTT KPK, Adanya Mafia Peradilan Tak Lagi Samar-samar?

Hakim Agung Dimyati ditetapkan sebagai tersangka bersama 9 orang lainnya dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara KSP Intidana.


Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

9 jam lalu

Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

Tokoh Gereja Kristen Indonesia di Tanah Papua itu meminta masyarakat tidak melakukan provokasi dalam bentuk apa pun dalam kasus Lukas Enembe.


Firli Bahuri Sebut KPK Akan Kejar dan Tangkap Perampok Anggaran Petani

11 jam lalu

Firli Bahuri Sebut KPK Akan Kejar dan Tangkap Perampok Anggaran Petani

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan bakal menjerat siapa pun yang melakukan korupsi program kesejahteraan petani jika memiliki kecukupan alat bukti.


4 Kasus Suap Jual-Beli Putusan yang Mengguncang Mahkamah Agung

12 jam lalu

4 Kasus Suap Jual-Beli Putusan yang Mengguncang Mahkamah Agung

Sebelum Sudrajad Dimyati, Mahkamah Agung pernah juga tercoreng oleh kasus-kasus suap lainnya yang ditangani KPK.


Dana Otsus Papua, Stafsus Sri Mulyani: Dukungan Fiskal Rp 1.092 T untuk Tingkatkan Kesejahteraan

14 jam lalu

Dana Otsus Papua, Stafsus Sri Mulyani: Dukungan Fiskal Rp 1.092 T untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menjelaskan Dana Otsus Papua yang sebelumnya disinggung oleh Mahfud MD.


MAKI Sebut Lukas Enembe Terlacak Main Judi di 3 Negara Ini

14 jam lalu

MAKI Sebut Lukas Enembe Terlacak Main Judi di 3 Negara Ini

PPATK menemukan dugaan aliran dana jumbo dari Lukas Enembe ke kasino-kasino judi di luar negeri.


MAKI Punya Bukti Lukas Enembe Cukup Sehat untuk Bisa Diperiksa KPK

15 jam lalu

MAKI Punya Bukti Lukas Enembe Cukup Sehat untuk Bisa Diperiksa KPK

Menurut MAKI, perjalanan yang kerap dilakukan Lukas Enembe itu menunjukkan bahwa Lukas seharusnya bisa memenuhi panggilan KPK pada Senin besok.


KPK Diminta Usut Dugaan Suap Rekrutmen Hakim Agung

17 jam lalu

KPK Diminta Usut Dugaan Suap Rekrutmen Hakim Agung

Boyamin mengapresiasi kinerja KPK yang mampu mencetak rekor dengan menetapkan seorang hakim agung sebagai tersangka, yaitu Sudrajad Dimyati.


Gonjang ganjing Mahfud MD Soroti Dana Otsus Papua Rp 1.000 Triliun, Apa Masalahnya?

19 jam lalu

Gonjang ganjing Mahfud MD Soroti Dana Otsus Papua Rp 1.000 Triliun, Apa Masalahnya?

Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan dana Otsus Papua sejak 2001 yang dikeluarkan pemerintah mencapai angka Rp 1.000 triliun. Apa masalahnya?


KPK Usul MA Rotasi Pegawainya Setiap Dua Tahun agar Suap Hakim Agung Tak Terulang

1 hari lalu

KPK Usul MA Rotasi Pegawainya Setiap Dua Tahun agar Suap Hakim Agung Tak Terulang

Alexander Marwata mengatakan KPK memberikan rekomendasi ke Mahkamah Agung untuk secara rutin merotasi pegawainya