PAN NTT Sangat Sesalkan Pidato Politik Victor Laiskodat di Kupang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wasekjen Bidang Hukum dan HAM DPP PAN melapor ke Bareskrim atas Pidato Viktor Laiskodat. TEMPO/Sasti Hapsari

    Wasekjen Bidang Hukum dan HAM DPP PAN melapor ke Bareskrim atas Pidato Viktor Laiskodat. TEMPO/Sasti Hapsari

    TEMPO.CO, Kupang - Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Timur atau NTT mengancam akan mempolisikan Ketua DPP partai NasDem Victor Laiskodat (VBL) yang menyebut partai tersebut adalah pendukung ormas radikal.
     
    PAN NTT telah berkordinasi dengan dewan pimpinan pusat untuk mengambil langkah hukum terkait pernyataan Victor Laiskodat yang dinilai sengaja memprovokasi masyarakat NTT.

    Baca juga:
    Jusuf Kalla Dukung Viktor Laiskodat Dilaporkan ke Polisi


    Fadli Zon: Pidato Viktor Laiskodat Adalah Fitnah yang Kejam

    “PAN NTT sangat menyesalkan pernyataan VBL pada pidato politik di Kabupaten Kupang,” kata Sekretaris PAN NTT Emanuel Pasar, Sabtu, 5 Agustus 2017.

    Menurut dia, PAN adalah partai yang sah secara konstitusional dengan menempatkan pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan ideologis berpolitik.  “PAN lahir dari rahim reformasi, menjunjung tinggi moralitas agama, kemanusiaan, dan kemajemukan,” katanya.

    Baca pula:

    Viktor Laiskodat Didukung Boni Hargens

    Dia mengatakan PAN bertujuan menegakkan nilai-nilai iman dan takwa, kedaulatan rakyat, keadilan sosial, kemakmuran, dan kesejahteraan dalam wadah NKRI. “PAN tidak memperjuangkan Indonesia sebagai negara khilafa seperti yang dituding Saudara VBL,” ujarnya.
     
    PAN NTT juga menghimbau semua kader dan simpatisannya agar tetap tenang menaggapi pidato Victor Laiskodat yang telah viral itu, tetap menjaga persaudaraan dan menciptakan kedamaian.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?