BhinneArt, Festival Anak Bertema Keragaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas peserta Festifal Anak Bhinneart di lobi F(X) Mall, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, 6 Agustus 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Aktivitas peserta Festifal Anak Bhinneart di lobi F(X) Mall, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, 6 Agustus 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pegiat sosial berinisiatif menggelar Festival BhinneArt yang bertujuan menanamkan nilai keberagaman pada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja. Kegiatan berbentuk pergelaran seni dan diskusi itu diadakan di lobi utama Mall F(X), Senayan, Jakarta Pusat, bersamaan dengan Car Free Day pada Ahad, 6 Agustus 2017.

    Komunitas BhinneArt yang menjadi panitia berkolaborasi dengan jaringan Proklamasi Anak Indonesia yang terdiri dari lebih 40 lembaga swadaya masyarakat dan komunitas, untuk menggelar festival tersebut.

    "Lebih tepatnya kami menfasilitasi (kegiatan bertema keberagaman), karena kalau sifatnya mengajarkan mungkin hanya akan seperti pidato-pidato saja. Keberagaman itu melakukan aktivitas, kerja kelompok bareng," ujar Koordinator BhinneArt Sita Supomo di lokasi.

    Baca juga: Di Hari Anak Nasional Ada 10 Permintaan Anak ke Presiden Jokowi

    Menurut Sita, BhinneArt berangkat dari keprihatinan atas maraknya intoleransi di Indonesia. Mental dan rasa kebangsaan generasi penerus, menurut dia, kerap tergerus oleh isu yang berkembang melalui media sosial dan tayangan televisi tersebut.

    "Tujuan utama acara ini adalah merayakan keberagaman sebagai kekuatan bangsa ini, serta mengajak keluarga untuk menanamkan rasa cinta kebhinnekaan pada anak," ujarnya.

    Penggagas BhinneArt, Lucia Karina mengatakan pihaknya sudah menginisiasi festival tersebut sejak Mei 2017. Namun, kegiatan yang dihadiri Direktur Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid itu baru tereksekusi dengan baik pada awal bulan ini.

    "Ini bentuk seni dan diskusi, tapi kami sudah bicara dengan Kemendikbud agar ada inisiatif yang direncanakan dengan pemerintah. Jadi, bentuknya bisa berbagai macam kami harap bisa diadopsi oleh pemerintah daerah," kata dia.

    Lucia berkata pihaknya tengah mencoba untuk masuk ke berbagai sekolah dan ranah publik lain. "Bahkan ke tingkat desa. Jadi ini bukan komunitas eksklusif, orang-orang bisa ikut dan meniru."

    Dari pantauan Tempo, Festival BhinneArt diawal pertunjukan Marching Band pelajar dari SMP 78 pada pukul 07.00 WIB, Ahad. Acara dilanjutkan dengan rangkaian pertujukan musik dan tari modern, serta tradisional

    BhinneArt yang pesertanya didominasi anak sekolah itu juga diselingi berbagai permainan, dan diakhiri diskusi yang menghadirkan pekerja seni hingga pegiat sosial. Kegiatan ini diketahui sebagai penutup rangkaian Kampanye Suara Anak Indonesia bertajuk “Berteman Yuk” yang dilaksanakan dalam rangka Hari Anak Nasional, sejak 23 Juli lalu.

     

    YOHANES PASKALIS PAE DALE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.