Jusuf Kalla Hadiri Puncak Asian Youth Day 2017 di Yogyakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla dalam jumpa pers di rumah dinas di Jalan Diponegoro, Selasa, 23 Mei 2017. Dalam kesematan ini, JK menjawab sejumlah pertanyaan seperti isu keretakan hubungan dengam Presiden Jokowi dan berita-berita hoax. Tempo/ Amirullah Suhada

    Wapres Jusuf Kalla dalam jumpa pers di rumah dinas di Jalan Diponegoro, Selasa, 23 Mei 2017. Dalam kesematan ini, JK menjawab sejumlah pertanyaan seperti isu keretakan hubungan dengam Presiden Jokowi dan berita-berita hoax. Tempo/ Amirullah Suhada

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara puncak Asian Youth Day 2017. Pertemuan pemuda Katolik Asian Youth Day ke-7 digelar di Lapangan Dirgantara, Akademi Angkatan Udara, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad 6 Agustus 2017. 
     
    Asian Youth Day (AYD) merupakan perayaan atau perjumpaan perwakilan pemuda Katolik negara-negara Asia. Pertemuan digelar tiga tahun sekali dalam rangka persekutuan dan peningkatan spiritual kepada Tuhan.
     
    Kegiatan ini digagas oleh Federation of Asian Bishops Conference (FABC) atau Federasi Konferensi uskup-uskup/Waligereja se-Asia. Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah AYD ke-7 yang berlangsung 30 Juli hingga 6 Agustus 2017.

    Peserta yang hadir terdiri dari 1.100 orang dari Indonesia dan 900 peserta dari negara Asia lainnya serta melibatkan sukarelawan sebanyak 750 orang.
     
    Sebelumnya, Uskup Keuskupan Agung Jakarta sekaligus Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr.  Ignatius Suharyo menyatakan pihaknya sangat bersyukur Indonesia bisa terpilih menjadi tuan rumah perayaan besar ini.

    “Dalam gereja Katolik, peristiwa setingkat ini terakhir terjadi 27 tahun lalu di Lembang Bandung, dulu yang kumpul uskup se-Asia, sekarang generasi muda Asia,” kata Suharyo di sela pembukaan.

    Suharyo menambahkan sebanyak perwakilan dari 22 negara Asia turut serta. Ia berharap dari pertemuan ini generasi muda dari berbagai negara bisa belajar soal pluralisme.

    "Bukan perbedaan yang memecah belah namun perbedaan yang menunjukkan kemanusiaan,” kata dia. 
     
    ADITYA BUDIMAN | PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.