Penjelasan Partai NasDem Soal Pidato Viktor Laiskodat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy dan Anggota Pansus RUU Pemilu Johnny G. Plate usai mengikuti proses lobi antar fraksi di ruang rapat panitia kerja paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, 20 Juli 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy dan Anggota Pansus RUU Pemilu Johnny G. Plate usai mengikuti proses lobi antar fraksi di ruang rapat panitia kerja paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, 20 Juli 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta  - Ketua  Partai NasDem Johnny G. Plate mengatakan pidato Viktor Laiskodat di Nusa Tenggara Timur sebagai upaya menjaga Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. NasDem, kata Johnny, mendukung pernyataan Ketua Fraksi NasDem di DPR itu.

    Dalam pidatonya, Viktor mengatakan ada kelompok ekstremis yang hendak mengubah konsep pemerintahan menjadi khilafah. Viktor dengan jelas menyebut kelompok tersebut adalah Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional. Ia menilai partai-partai ini bersikap intoleran dan pendukung paham khilafah. Mereka menolak Perpu Ormas atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Organisasi Masyarakat.

    Baca: Partai SBY Sesalkan Ketua NasDem Sebut Demokrat Dukung Intoleran  

    Menurut Johnny, bila partai-partai tersebut tidak ingin dianggap mendukung khilafah maka seharusnya mendukung Perpu Ormas. "Kalau menolak Perpu tersebut berarti yang diomongin Viktor benar dong," kata Johnny saat dihubungi Tempo, Jumat, 4 Agustus 2017.
     
    Bila pidato Viktor itu dikesankan provokatif, menurut Johnny, hal tersebut lantaran disampaikan secara blak-blakan. "Dia sedang menyampaikan perkembangan politik pada masyarakatnya dengan bahasa rakyat, bahasa terus terang. Agar rakyatnya tidak dipengaruhi ideologi-ideologi lain. Karena ini bukan bahasa politik mungkin orang politik tersinggung," ucapnya.

    Simak: Akrobat Politik Hary Tanoe, Sekongsi Lagi dengan Surya Paloh?  

    Johnny yang juga Wakil Ketua Fraksi NasDem  meminta partai-partai yang tersinggung untuk tidak memainkan pidato Viktor demi kepentingan pragmatis. "Jangan didegradasikan. Ini urusan negara, jangan diputar-putar seolah persekusi, adu domba, dan lainnya," tuturnya. 
     
    Akibat pidatonya itu, Viktor diprotes oleh para pengurus partai yang disebut. Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay menyayangkan pidato Viktor. Menurut dia, pernyataan seperti itu tidak semestinya disampaikan oleh Victor yang dikenal sebagai petinggi Partai Nasdem. Pernyataan ini, mengusik kenyamanan kader-kader atau simpatisan partai.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.