Penyebab TNI AL Dorong Penguatan Budidaya Rumput Laut

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Du orang petani menjemur rumput laut yang habis di panen di Desa Rappoa kabupaten Bantaeng, Sulsel, 29 Maret 2015. Petani rumput laut mengeluhkan naiknya harga BBM membuat harga rumput laut menurun dari Rp 9. 000/kg menjadi Rp 6.000/kg. TEMPO/Iqbal Lubis

TEMPO.CO, Makassar - Kepala Staf Umum TNI Laksamana Madya Didit Herdiawan meminta masyarakat memperkuat pengelolaan budidaya rumput laut untuk meningkatkan kesejahteraan. Langkah itu menurutnya tepat mengingat ada 60 persen masyarakat Indonesia yang menghuni kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.

Di depan peserta Pelatihan Budidaya Rumput Laut dari Hulu ke Hilir Ster TNI tahun ajaran 2017, yang diadakan di Markas Komando Lantamal VI/Makasar, dia menyayangkan pemanfaatan potensi laut Indonesia yang kurang maksimal dan masih terfokus pada sektor perikanan.

Didit Herdiawan pun menilai rumput laut sebagai potensi yang bisa dioptimalkan sebagai salah satu alternatif pangan.

Baca : KKP Kembangkan Rumput Laut Lawi-lawi untuk Tembus Pasar Ekspor

“Namun pengelolaannya masih secara tradisional dengan biaya pengelolaan yang tinggi dan minimnya penggunaan sarana teknologi serta terbatasnya sistem pasok logistik,” kata Didit, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan Mabes TNI, Jumat, 4 Agustus 2017.
 
Didit beropini bahwa rumput laut harus dipertahankan sebagai tumbuhan organik, meski Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tengah menyusun aturan yang akan menetapkan tumbuhan tersebut sebagai anorganik.
 
“Kita harus bisa mempertahankan karena pasarnya masih banyak,” kata Didit.
 
Didit yang berlatar belakang TNI Angkatan Laut itu mendorong pemerintah daerah menjadikan rumput laut yang mengandung nutrisi vitamin K dan B12 itu sebagai alternatif pangan dari kelautan.
 
“Tantangan di Indonesia yaitu permasalahan ketergantungan beras sebagai bahan makanan pokok yang sangat tinggi. Padahal, wilayah timur Indonesia merupakan gudang hasil perikanan, rumput laut, pertanian dan kelautan mempunyai potensi yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Simak : Kuartal Pertama 2017, KKP Tangkap 106 Kapal Ikan Asing

Dia pun mengingatkan kembali isi lima pilar kebijakan maritim pemerintah, yakni budaya maritim, sumber daya laut, infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritime, serta pertahanan maritim.

“Saya harap langkah-langkah pengelolaan sumber daya maritim yang sudah digaungkan dan dilaksanakan oleh pemerintah bisa ditindaklanjuti di lapangan. Tentunya harus ada sinergi yang terkait erat dengan seluruh stakeholder di pusat maupun di daerah,” demikian Didit di pelatihan budidaya rumput laut tersebut.
 
YOHANES PASKALIS PAE DALE






Ibaratkan Perikanan RI Seperti Raksasa Tertidur, Teten: Kalau Norwergia Ada Salmon, Kita Banyak Komoditas

1 hari lalu

Ibaratkan Perikanan RI Seperti Raksasa Tertidur, Teten: Kalau Norwergia Ada Salmon, Kita Banyak Komoditas

Teten Masduki mengibaratkan perikanan Indonesia seperti raksasa yang masih tertidur.


F8 Makassar Mendorong Sektor Ekonomi Kreatif Bertumbuh

15 hari lalu

F8 Makassar Mendorong Sektor Ekonomi Kreatif Bertumbuh

Ada tiga simbol utama yang selalu muncul di setiap F8 Makassar, yakni anak-anak, keterlibatan difabel, dan pertunjukan kolosal.


8 Investor Domestik Garap Sektor Perikanan Indonesia Timur, KKP: Dari Sumbawa hingga Mimika

57 hari lalu

8 Investor Domestik Garap Sektor Perikanan Indonesia Timur, KKP: Dari Sumbawa hingga Mimika

KKP menyatakan ada sebanyak delapan investor domestik yang menyampaikan minatnya untuk berinvestasi senilai Rp156 miliar.


Pendaftaran Bintara PK TNI AL Hingga 11 Agustus, Cek Persyaratannya di Sini

27 Juli 2022

Pendaftaran Bintara PK TNI AL Hingga 11 Agustus, Cek Persyaratannya di Sini

Pendaftaran Bintara PK TNI AL dibuka hingga 11 Agustus secara online. Cek syaratnya di sini.


Inilah Alasan Nama Ujung Pandang Berganti Jadi Makassar

7 Juli 2022

Inilah Alasan Nama Ujung Pandang Berganti Jadi Makassar

Kota Makassar ternyata pernah mengalami dinamika pergantian nama. Dari mulanya bernama Makassar berganti jadi Ujung Pandang, hingga menjadi Makassar kembali. Lantas, apa alasan pergantian nama tersebut?


6 Butir Refleksi Konferensi Kelautan PBB 2022, Upaya Pemanfaatan Laut Berkelanjutan

7 Juli 2022

6 Butir Refleksi Konferensi Kelautan PBB 2022, Upaya Pemanfaatan Laut Berkelanjutan

Laut sebagai masa depan kita digambarkan dalam Konferensi Kelautan PBB. Berikut 6 butir kesepakatan yang harus diwujudkan demi ekosistem laut dunia.


Penyaluran KUR Sektor Kelautan dan Perikanan Capai Rp 3,9 T hingga Mei

23 Juni 2022

Penyaluran KUR Sektor Kelautan dan Perikanan Capai Rp 3,9 T hingga Mei

KKP mencatat hingga bulan Mei 2022, penyaluran KUR mencapai angka Rp 3,95 triliun atau meningkat 33,5 persen dari periode sama di tahun sebelumnya.


Pendaftaran Taruna Akademi Angkatan Laut Dibuka 25 April, Ini Cara Mendaftarnya

13 April 2022

Pendaftaran Taruna Akademi Angkatan Laut Dibuka 25 April, Ini Cara Mendaftarnya

Pendaftaran Taruna Akademi Angkatan Laut dibuka mulai 25 April hingga 27 Mei 2022. Siswa berijazah SMA dapat mendaftar dengan ketentuan nilai berikut.


Potensi Zakat di Makassar Mencapai Rp 2 Triliun Per Tahun

8 April 2022

Potensi Zakat di Makassar Mencapai Rp 2 Triliun Per Tahun

Anshar mengatakan zakat adalah milik orang lain yang dititipkan. Karena itu, jangan berbangga memberikan zakat.


Teknologi Kelautan Korea Bantu Tugas Akhir Mahasiswa ITB Survei Perairan Cirebon

4 April 2022

Teknologi Kelautan Korea Bantu Tugas Akhir Mahasiswa ITB Survei Perairan Cirebon

Pusat Riset Kerja Sama Teknologi Kelautan atau MTCRC Korea-Indonesia kembali menggelar proyek riset bersama di Indonesia.