Ketua MPR : Hentikan Saling Menista Jadikan Pancasila Perilaku Berbangsa

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR : Hentikan Saling Menista Jadikan Pancasila Perilaku Berbangsa

    Ketua MPR : Hentikan Saling Menista Jadikan Pancasila Perilaku Berbangsa

    INFO NASiONAL - Perbedaan adalah kekayaan Indonesia dan keberagaman sudah menjadi identitas yang tidak perlu lagi diperdebatkan apalagi menjadi sumber konflik. "Kesepakatan untuk bersatu dalam keberagaman sudah selesai 71 tahun lalu. Bangsa Indonesia harus move on," ujar Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

    Karena itu, ia tegas menolak stigma Pancasilais atau tidak Pancasilais maupun toleran atau tidak toleran hanya karena perbedaan pandangan politik. "Karena Pancasila kita bersatu dan karena Pancasila kita gotong royong ingin sejahtera bersama. Hentikan menebar stigma atas nama Pancasila," tambahnya.

    Hal ini ditegaskan Ketua MPR Zulkifli Hasan saat menyampaikan Orasi Ilmiah di Universitas Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara, Jum'at, 4 Agustus 2017. Acara ini dihadiri 2000 lebih Civitas Academica Universitas Haluoleo dan mahasiswa dari seluruh Kendari

    Untuk itulah, lanjut Zulkifli Hasan, rakyat Indonesia sekarang harus move on, cepat melesat jauh tinggi mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain. "Inilah tugas generasi muda Universitas Haluoleo. Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan alam yang sangat kaya.  Tapi apakah kekayaan itu sudah dinikmati masyarakat sesuai dengan UUD NRI Tahun 1945 pasal 33? Apakah kesejahteraan sudah merata?," ujarnya.

    Zulkifli Hasan memahami bahwa banyak anak muda yang kritis terhadap situasi bangsa dan negara akhir akhir ini. Tapi pesimisme bukanlah jalan keluar. "Selama matahari bersinar, selama itu juga harapan tetap ada. Matahari tidak pernah ingkar janji," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.