Bea Cukai Samarinda Musnahkan Barang Ilegal Bernilai Miliaran  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bea Cukai Samarinda Musnahkan Barang Ilegal Bernilai Miliaran

    Bea Cukai Samarinda Musnahkan Barang Ilegal Bernilai Miliaran

    INFO NASIONAL - Mengamankan penerimaan negara di bidang cukai, sektor industri dalam negeri, dan kesehatan masyarakat, Bea Cukai Samarinda memusnahkan minuman keras dan rokok ilegal pada Kamis, 4 Agustus 2017. Barang-barang tersebut dianggap tidak hanya merugikan negara, tapi juga mengancam kesehatan masyarakat dari sisi konsumsi dan penggunaan barang ilegal.

    “Rokok ilegal dan minuman keras yang dimusnahkan merupakan barang kena cukai yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, yaitu tidak dilekati pita cukai ataupun yang dilekati pita cukai bukan peruntukannya,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Samarinda Yudiyarto.

    Dari keterangan Yudiyarto, barang-barang yang dimusnahkan merupakan barang milik negara (BMN) hasil penindakan 2016-2017. “Kami tidak tahu kandungan rokok ini benar tembakau atau bukan karena pembuatannya tidak diawasi instansi terkait. Sama halnya dengan obat-obatan dan handphone rakitan,” ujarnya dalam konferensi pers yang dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, perwakilan Polresta Samarinda, Kejaksaan Negeri Samarinda, KODIM 0901 Samarinda, Kantor Pos Samarinda, KSOP Samarinda, dan instansi terkait lain. Yudiyarto menambahkan, pemusnahan BMN tersebut bermula sejak awal 2016 hingga awal 2017.

    Petugas Bea Cukai Samarinda melakukan patroli darat untuk mengawasi peredaran barang kena cukai (BKC-HT/Rokok dan BKC-MMEA) dan arus lalu lintas barang kiriman di Kantor Pos Lalu Bea Samarinda. Dari hasil pengawasan tersebut, telah dilakukan beberapa penindakan terhadap BKC-HT/Rokok, BKC-MMEA dan barang kiriman di Kantor Pos Lalu Bea Samarinda.

    Barang-barang yang dimusnahkan adalah BKC-HT/Rokok berupa 4.509.400 batang rokok berbagai merek dengan nilai barang Rp 2.254.700.000 dan potensi kerugian negara Rp 1,8 miliar. Selain itu, BKC-MMEA berupa 780 botol berbagai merek dengan nilai barang Rp 277.800.000, juga barang kiriman di Kantor Pos Lalu Bea Samarinda berupa 1 bungkus obat-obatan, 5 karton suplemen, 6 bungkus dan 3 karton kosmetik, 1 buah dan 2 karton sex toys, serta 6 karton telepon selular bekas.

    Kepala Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur Agus Sudarmadi berharap ada kerja sama dan koordinasi semua pihak. “Baik masyarakat maupun institusi penegak hukum terkait, diharapkan bersama-sama melakukan pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai hasil tembakau/rokok, minuman mengandung etil alkohol, serta barang-barang yang dilarang dan atau dibatasi pemasukan dan peredarannya. Juga kepada petugas Bea Cukai Samarinda agar meneruskan koordinasi dan menjalin sinergi antar-aparat penegak hukum sehingga dapat memberantas peredaran barang ilegal, khususnya di wilayah Samarinda,” tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.