Gempa di Laut Selatan Jawa Terasa dari Pangandaran Hingga Pacitan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Gempa tektonik bermagnitudo 5,0 mengguncang wilayah selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur. Sumber gempa berada di Samudera Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) melaporkan gempa itu tidak menghasilkan tsunami.

    Lindu terjadi Kamis malam, 3 Agustus 2017 pukul 23.14 WIB. Hasil analisis terbaru BMKG menunjukkan  episenter atau sumber gempa terletak pada koordinat 8,36 LS 108,99 BT. "Tepatnya di laut pada jarak 73 kilometer barat daya Cilacap pada kedalaman 62 kilometer," ujar Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, Jumat, 4 Agustus 2017.

    Dampak gempa yang digambarkan peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan dampak gempa berupa guncangan terasa di daerah Pacitan, Jawa Timur dalam skala intensitas I versi BMKG atau II MMI. 

    Baca: Gempa Tuban Berasal dari Sesar Aktif di Laut Jawa  

    Guncangan lebih kuat terasa di Cilacap, Kulon Progo, Bantul, Yogyakarta, Kebumen, dan Pangandaran dengan skala intensitas II versi BMKG atau III MMI. 

    Dilaporkan bahwa banyak warga di wilayah itu yang panik dan beberapa di antaranya sempat berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa.

    "Gempa yang terjadi jenis  berkedalaman menengah akibat aktivitas subduksi lempeng, karena itu spektrum guncangan terasa meluas mencakup Pangandaran hingga Pacitan," kata Daryono.

    Baca: Gempa Bumi Hari Ini Melanda Gunung Kidul Yogyakarta

    Hasil analisis BMKG juga menunjukkan gempa ini dipicu  penyesaran naik (thrust fault). 
    Hingga Jum’at, 4 Agustus 2017 dini hari pukul 00.10 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa  susulan (aftershock). 
     
    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.