Buntut Kasus Arief Poyuono, Para Buruh Ancam Tak Dukung Prabowo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto (tengah) tiba untuk menyampaikan orasi politiknya dalam peringatan Hari Buruh Sedunia atau lebih dikenal dengan sebutan May Day yang diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Selatan (1/5.) TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Prabowo Subianto (tengah) tiba untuk menyampaikan orasi politiknya dalam peringatan Hari Buruh Sedunia atau lebih dikenal dengan sebutan May Day yang diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Selatan (1/5.) TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Buruh Bersatu Nasional (KSBN) mengancam tidak mendukung Partai Gerindra dan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. Koordinator KSBN, Tri Sasono, mengatakan hal ini sebagai bentuk protes lantaran Gerindra lepas tangan terhadap kasus yang menimpa Arief Poyuono, Wakil Ketua Umum bidang Buruh dan Ketenagakerjaan Partai Gerindra.

    Arief Poyuono dilaporkan ke kepolian oleh kader  PDI Perjuangan gara-gara pernyatannya soal “wajar PDIP disamakan PKI”. Tri menilai Gerindra telah mengkhianati Arief yang mencoba membela kehormatan partai dan ketua umum yang mendapat kritikan dari Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.

    Baca juga: Fadli Zon: Samakan PDIP dengan PKI, Arief Poyuono Kelewat Batas  

    “Bahwa nyata benar Partai Gerindra tidak membela tokoh buruh kami yang selama ini selalu membela dan memperjuangkan kami,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 3 Agustus 2017.

    Karena itu, ia meminta para buruh tidak lagi mendukung partai berlambang kepala Garuda ini di Pemilu yang akan datang. “Kami serukan pada kawan-kawan buruh seluruh Indonesia untuk tidak lagi mendukung dan memilih Gerindra dan Prabowo pada Pemilu 2019,” ujarnya.

    Baca juga: Gerindra Beri Sanksi Arief Poyuono Terkait Samakan PDIP dengan PKI

    Kekecewaan buruh pada Gerindra, kata Tri, terjadi pula saat Gerindra tidak memberikan bantuan hukum pada aktivis buruh yang ditangkap saat aksi menolak Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 dua tahun lalu.

    “Arief Poyuono justru banyak membantu dan mendukung kebebasan kami, kawan-kawan kami di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” tuturnya.

    Baca juga: Gerindra Lepas Tangan Soal Pernyataan Waketumnya yang Serang PDIP   

    Tri mengatakan dirinya dan aliansi buruh mendukung Gerindra dan Prabowo saat pemilu 2014 lalu lantaran arahan dari Arief.  “Mulai hari ini dengan melihat tidak berpihaknya Prabowo dan Gerindra kepada Arief Poyuono selaku kawan kami dan pejuang kami, maka kami menarik semua dukungan,” kata Tri.

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mengatakan apa yang terjadi dengan Arief bersifat kasuistis. Menurut dia, pihaknya tidak ingin hal ini menjadi beban bagi partai. “Kecuali kalau yang diucapkan benar dan dia sanggup mempertanggung jawabkannya,” kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan.

    Baca juga: Kata Puan Maharani Soal Waketum Gerindra yang Samakan PDIP dengan PKI   

    Meski mendapat protes dari kalangan buruh, Fadli menuturkan Gerindra tetap memperjuangkan hak-hak buruh. Sebabnya ia yakin Gerindra tetap mendapatkan dukungan dari kalangan pekerja ini. “Soal buruh, kami dapat dukungan kuat,” tuturnya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.