Polisi Menangkap Pensiunan Dokter Berpraktek Aborsi Ilegal

Reporter

sxc.hu

TEMPO.CO, Nganjuk – Setelah tiga tahun berlalu tanpa diketahui, praktek aborsi yang dilakukan Wibowo akhirnya terbongkar oleh aparat Kepolisian Resor Nganjuk. Polisi menggerebek tempat praktek dokter umum itu usai melakukan aborsi kepada pasiennya. “Ada suami istri yang sedang melakukan aborsi di sana,” kata Kapolres Nganjuk Ajun Komisaris Joko Sadono, Kamis 3 Agustus 2017.
 
Saat ditangkap polisi di tempat prakteknya Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Tangjunganom, Kabupaten Nganjuk, Senin 31 Juli 2017, Wibowo tak bisa mengelak. Apalagi polisi juga lebih dulu mengamankan pasangan suami istri yang keluar dari tempat itu usai melakukan aborsi.

Baca: Pelaku Aborsi Didominasi Pelajar
 
Dari pemeriksaan polisi, Wibowo yang saat ini berusia 77 tahun diketahui memiliki izin praktek sebagai dokter umum. Namun dia telah memasuki masa pensiun alias tak lagi berdinas. Bahkan izin prakteknya juga nyaris habis lantaran usianya yang tak lagi layak melakukan pengobatan medis.
 
Dalam mengaborsi, Wibowo bekerjasama dengan seorang perantara yang bertugas mencari calon pasien. Perantara berinisial SMY warga Ngawi ini mematok tarif sebesar Rp 7 juta untuk sekali tindakan aborsi. Dari jumlah itu Wibowo mendapatkan jatah 60 persen, sedangkan SMY mendapat 40 persen. “Dalam sebulan ada tiga sampai empat pasien yang datang,” kata Joko Sadono.

Simak: Warga Yogyakarta Keluhkan Marak Iklan Jasa Aborsi Ilegal  

Alih-alih mencari pasien dengan diam-diam, SMY justru memasang selebaran di tempat umum. Meski tak secara langsung menyebutkan tentang layanan aborsi, selebaran itu cukup mengundang kecurigaan setelah menawarkan bantuan kepada siapapun yang memiliki permasalahan kandungan.

Calon pasien yang menghubungi nomor di selebaran akan melakukan negosiasi harga dengan SMY. Setelah dicapai kesepakatan, mereka akan meluncur ke  tempat praktek Wibowo dengan ditemani SMY.
 
Selain menangkap Wibowo, SMY, dan pasangan pasien berstatus suami istri yang melakukan aborsi, polisi juga menyita dua buah gunting penjepit, baki bengkok, obat bius, cairan injeksi, botol infuse, wadah pembuangan darah, peralatan praktik operasi lain, serta uang tunai sebesar Rp 2.500.000.

Lihat: 70 Persen Remaja Mengakses Layanan Aborsi
 
Polisi masih mengamankan Wibowo, SMY, dan laki-laki yang tak lain suami pasien aborsi. Sedangkan istrinya terpaksa dirawat  di Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk karena mengalami pendarahan usai aborsi ilegal tersebut.
 
Polisi akan menjerat mereka dengan pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman mereka adalah pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp 3 miliar.

HARI TRI WASONO






Polres Nganjuk Gencarkan Kamtibmas Patroli Gabungan Penegakan Protokol Kesehatan

28 Januari 2022

Polres Nganjuk Gencarkan Kamtibmas Patroli Gabungan Penegakan Protokol Kesehatan

Polres Nganjuk, Jawa Timur terus menggencarkan patroli gabungan, Kamtibmas penegakan protokol kesehatan di pusat-pusat keramaian wilayah tersebut.


Jenazah Vanessa Angel dan Suami Dibawa ke RS Bhayangkara Jatim

4 November 2021

Jenazah Vanessa Angel dan Suami Dibawa ke RS Bhayangkara Jatim

Polisi menemukan kartu identitas Vanessa Angel dan Febri dalam mobil yang mengalami kecelakaan di jalan tol Nganjuk.


Polri Pecah Berkas Perkara Kasus Bupati Nganjuk Menjadi 4 Buah

17 Mei 2021

Polri Pecah Berkas Perkara Kasus Bupati Nganjuk Menjadi 4 Buah

Argo Yuwono mengatakan, berkas perkara kasus dugaan suap jual beli jabatan yang menyeret Bupati Nganjuk dipisah menjadi empat buah.


Bupati Nganjuk Terima Uang Mulai Rp 2 juta Hingga Rp 50 Juta dari Para Camat

11 Mei 2021

Bupati Nganjuk Terima Uang Mulai Rp 2 juta Hingga Rp 50 Juta dari Para Camat

Polisi menyebut Bupati Nganjuk menerima setoran yang bervariasi dari para camat.


Polri Telisik Aliran Duit Bupati Nganjuk, Termasuk Kemungkinan ke Parpol

11 Mei 2021

Polri Telisik Aliran Duit Bupati Nganjuk, Termasuk Kemungkinan ke Parpol

Bareskrim berjanji akan menelisik aliran duit Bupati Nganjuk. Termasuk kemungkinan duit itu mengalir ke parpol.


Bareskrim Sita Rp 647 Juta dari Brankas di Rumah Bupati Nganjuk

11 Mei 2021

Bareskrim Sita Rp 647 Juta dari Brankas di Rumah Bupati Nganjuk

Badan Reserse Kriminal Polri menyita uang sebesar Rp 647.900.000 yang ditemukan pada saat menangkap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat pada 10 Mei 2021.


Serba-Serbi Kasus Bupati Nganjuk: Saling Lempar PDIP-PKB Sampai Harta Fantastis

11 Mei 2021

Serba-Serbi Kasus Bupati Nganjuk: Saling Lempar PDIP-PKB Sampai Harta Fantastis

KPK sudah menetapkan Bupati Nganjuk sebagai tersangka perkara jual beli jabatan di lingkungan pemerintah kabupaten. Berikut sederet fakta kasus ini.


Kekayaan Bupati Nganjuk Tercatat Capai Rp 116 Miliar

10 Mei 2021

Kekayaan Bupati Nganjuk Tercatat Capai Rp 116 Miliar

Dari catatan LHKPN miliknya pada 2019, Bupati Nganjuk tercatat memiliki kekayaan mencapai 116,89 miliar.


OTT Bupati Nganjuk, KPK Diduga Sita Duit Rp 700 Juta

10 Mei 2021

OTT Bupati Nganjuk, KPK Diduga Sita Duit Rp 700 Juta

KPK diduga menggelar OTT yang menyeret Bupati Nganjuk. Ditengarai berhubungan dengan jual beli jabatan.


KPK Juga Pernah Cokok Bupati Nganjuk 2013-2018 dalam Kasus Jual Beli Jabatan

10 Mei 2021

KPK Juga Pernah Cokok Bupati Nganjuk 2013-2018 dalam Kasus Jual Beli Jabatan

KPK bukan sekali ini saja menggelar OTT di Nganjuk. Pada 2017, lembaga ini pernah mencokok Bupati Nganjuk 2013-2018 dalam kasus jual beli jabatan.