Kasus Fidelis, Nila Moeloek: Tak Ada Bukti Ganja untuk Kesehatan

Reporter

Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F. Moeloek saat melihat keterampilan pasien di stand Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan , Petamburan, Jakarta, 19 Juli 2017. TEMPO/Rizki Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Terkait perkara Fidelis Arie Sudarwoto, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menegaskan belum ada penelitian resmi yang membuktikan manfaat ganja untuk kesehatan. Menurut Nila, perbuatan Fidelis sempat menanam ganja untuk pengobatan tak bisa dilegalkan. 
 
"Ganja itu zat adiktif, kalau itu dipakai, kalau itu dibenarkan, artinya kita membenarkan memakai ganja. Jadi enggak bisa," ujar Nila saat menghadiri rapat di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Agustus 2017.

Baca juga: Tanam Ganja Obati Istri, Fidelis Dihukum 8 Bulan dan Denda 1 M

Dunia medis international, ujar Nila, belum memiliki kajian terkait penggunaan ganja sebagai obat medis. Klaim Fidelis yang bisa menyembuhkan istrinya dengan ekstrak ganja, dinilai Nila bersifat kebetulan. 
 
"Belum (terbukti), jadi kasuistis. Kalau obat itu harus ada reseach and development (penelitian), dinilai clinical trial, dari nol sampai beberapa tahap sampai aman dipakai," kata Nila. 
 
Nila tegas menolak bila ekstrak ganja dilegalkan sebagai solusi pengobatan. "Tidak bisa, tidak boleh, obat harus ada bukti."
 
Fidelis baru divonis oleh pidana penjara 8 bulan dan denda 1 miliar subsider kurungan 1 bulan oleh hakim. Kisah pria asal Sanggau, Kalimantan Barat itu sempat menarik perhatian masyarakat karena dinilai tragis. 
 
Fidelis mengklaim ganja sebagai satu-satunya solusi meringankan penyakit syringomyelia yang diderita istrinya. Dia kemudian ditahan oleh Badan Narkotika Nasional Kalbar karena kepemilikan zat narkotika. Istrinya pun diketahui meninggal tanpa Fidelis di sampingnya.
 
Kasus Fidelis sempat mengundang organisasi Lingkar Ganja Nusantara (LGN). Ketuanya, Dhira Narayana, menyebut kasus Fidelis bukan yang pertama terjadi.
 
"Khasiat ganja sebagai pengobatan penyakit mematikan, sudah kami dokumentasikan sejak 2010," ujar Dhira dalam diskusi Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada 2 April lalu. 
 
Dari temuan LGN, ganja sempat dipakai untuk diabetes, hepatitis, stroke, epilepsi, dan sebagainya.
 
Dhira menyebut pemakaian ganja dalam medis masih tabu di Indonesia. "LGN berharap pengetahuan khasiat ganja medis menyebar, dan pada akhirnya dapat memberi keteguhan pada pemerintah untuk memulai riset ganja medis pertama di Indonesia." 

YOHANES PASKALIS PAE DALE






Mahasiswa di Sumedang DItangkap, Diduga Selundupkan Ganja dengan Bungkus Kopi

3 hari lalu

Mahasiswa di Sumedang DItangkap, Diduga Selundupkan Ganja dengan Bungkus Kopi

Seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Sumedang ditangkap karena diduga menyelundupkan ganja dari Aceh untuk diedarkan


Remaja 17 Tahun di Cilegon Jualan Narkoba Online Lewat Instagram

8 hari lalu

Remaja 17 Tahun di Cilegon Jualan Narkoba Online Lewat Instagram

Remaja yang baru berusia 17 tahun ini berjualan narkoba secara online di Instagram. Menjajakan sabu, ganja dan tembakau gorila.


Polda Banten Gagalkan Pengiriman Ganja via Jasa Pengiriman, Karyawan Terlibat

8 hari lalu

Polda Banten Gagalkan Pengiriman Ganja via Jasa Pengiriman, Karyawan Terlibat

Para tersangka jaringan pengedar ganja ini dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman hingga pidana mati.


Polisi Gagalkan Peredaran Ganja 304 Kilogram yang Dimasukkan dalam Truk Sayur

10 hari lalu

Polisi Gagalkan Peredaran Ganja 304 Kilogram yang Dimasukkan dalam Truk Sayur

Polres Jakarta Barat menggagalkan peredaran ganja seberat 304 Kilogram jaringan lintas Sumatera-Jawa.


6 Karung Ganja dalam Truk Fuso Berisi Limbah Dibawa dari Sumatera, Polisi: Imbalan Rp 75 Juta

18 hari lalu

6 Karung Ganja dalam Truk Fuso Berisi Limbah Dibawa dari Sumatera, Polisi: Imbalan Rp 75 Juta

Polres Metro Jakarta Barat menggagalkan peredaran ganja seberat 209 kilogram dengan modus dimasukkan ke dalam truk berisi limbah.


Aktivis LGBT Peru Unjuk Rasa Tuntut Penyelidikan Kematian Ventocilla di Bali

31 hari lalu

Aktivis LGBT Peru Unjuk Rasa Tuntut Penyelidikan Kematian Ventocilla di Bali

Aktivis LGBT di Peru menggelar unjuk rasa mempertanyakan bagaimana pemerintah mereka menangani kematian Ventocilla di Bali


Polda Metro Jaya Tangkap 66 Tersangka Kasus Narkoba, Sita Ganja 626,75 Kilogram dan 108.128 Butir Ekstasi

32 hari lalu

Polda Metro Jaya Tangkap 66 Tersangka Kasus Narkoba, Sita Ganja 626,75 Kilogram dan 108.128 Butir Ekstasi

Pengungkapan 45 kasus narkoba ini adalah wujud nyata komitmen Polda Metro Jaya, khususnya dalam pemberantasan narkoba.


4 Hari Bongkar 45 Kasus Narkoba, Polda Metro: Komitmen Membasmi Peredaran Narkoba

32 hari lalu

4 Hari Bongkar 45 Kasus Narkoba, Polda Metro: Komitmen Membasmi Peredaran Narkoba

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro membongkar 45 kasus narkoba dalam waktu empat hari. Komitmen membasmi peredaran narkoba di masyarakat.


Gelar Razia Hari ke-2, Kapolres Jakbar: Polisi Konsisten Cegah Penyebaran Miras, Judi dan Narkoba

34 hari lalu

Gelar Razia Hari ke-2, Kapolres Jakbar: Polisi Konsisten Cegah Penyebaran Miras, Judi dan Narkoba

Polres Jakarta Barat terus menggelar operasi razia minuman keras, judi dan narkoba. Ribuan botol miras, sabu dan narkoba serta ganja disita.


Polres Jakarta Barat Tangkap Kurir Pil Ekstasi di Pekanbaru, Terima Pasokan dari Malaysia

42 hari lalu

Polres Jakarta Barat Tangkap Kurir Pil Ekstasi di Pekanbaru, Terima Pasokan dari Malaysia

Ratusan pil ekstasi dari Malaysia itu rencananya akan dibawa dan dijual ke Jakarta. Masuk melalui pelabuhan kecil di Pekanbaru.