Gatot Brajamusti Dilimpahkan ke Kejari Jaksel

Reporter

Gatot Brajamusti. ANTARA/Wahyu Putro A

TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 3 Agustus 2017, menerima pelimpahan tahap dua barang bukti dan tersangka Gatot Brajamusti dalam perkara kepemilikan senjata api, satwa langka ilegal dan asusila dari Polda Metro Jaya.

"Hari ini pelimpahan tahap dua tersangka Gatot Brajamusti," kata Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Jaksel Dedyng Wibianto di Jakarta.

Gatot yang akrab dipanggil Aa Gatot, tiba di kantor Kejari Jaksel pada pukul 11.00 WIB dengan mendapatkan pengawalan yang ketat. Gatot dikenakan Undang-Undang Perlindungan Anak, UU tentang Konservasi Budaya Alam, dan UU Darurat terkait kepemilikan senjata api.

Baca: Gatot Brajamusti Akan Dipindah ke Cipinang

Setelah pelimpahan tahap dua, kasus Gatot akan dilanjutkan ke pengadilan. "Kami tidak melakukan penahanan karena yang bersangkutan sedang menjalani penahanan di Nusa Tenggara Barat," katanya. Namun selama proses persidangan yang akan digelar di PN Jaksel, terdakwa akan ditahan di Cipinang.

Terkait berkas Gatot yang akan dijadikan satu, Dedyng menyebutkan jaksa penuntut umum masih mempertimbangkannya apakah dijadikan satu atau terpisah. Barang bukti yang diterima oleh pihaknya berupa dua senjata api, satwa langka ilegal itu Harimau Sumatera dan Elang Jawa.

Sebelumnya, Gatot sudah divonis delapan tahun penjara oleh pengadilan NTB atas perkara narkoba. Pada saat penggeledahan di rumah Gatot Jalan Niaga Hijau X no 1 Pondok Pinang Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Polda NTB bersama Polda Metro Jaya menemukan beberapa barang ilegal seperti sabu, 30 jarum suntik, bong, senpi, peluru, harimau Sumatera dan elang Jawa.

Baca: Begini Ritual Syahwat Gatot Brajamusti Selama Sembilan Tahun

Di padepokan yang dimiliki Gatot Brajamusti juga kerap terjadi tindakan asusila. Gatot juga dilaporkan oleh seorang wanita yang mengklaim menjadi korban tindakan asusila Gatot.

ANTARA






Biden Hibur Korban Penembakan Texas, Pembatasan Senjata Tetap Kontroversial

30 Mei 2022

Biden Hibur Korban Penembakan Texas, Pembatasan Senjata Tetap Kontroversial

Presiden Joe Biden mencoba menghibur keluarga korban penembakan Texas di kota Uvalde


8 Fakta Soal Kepemilikan Senjata Api Warga Sipil di AS

26 Mei 2022

8 Fakta Soal Kepemilikan Senjata Api Warga Sipil di AS

Penembakan di Texas yang menyebabkan 19 murid dan dua guru tewas, Selasa, 24 Mei 2022, kembali mendorong pembatasan kepemilikan senjata api di AS.


Syarat dan Prosedur Kepemilikan Senjata Api Bagi Masyarakat Sipil

25 Mei 2022

Syarat dan Prosedur Kepemilikan Senjata Api Bagi Masyarakat Sipil

Senjata api hanya boleh digunakan untuk membela diri dan peluru yang diizinkan hanya peluru karet dan peluru hampa.


Pemoge Pukul Pakai Pistol, Pakar Minta Polisi Selidiki Legalitas Senjata Api

7 Mei 2022

Pemoge Pukul Pakai Pistol, Pakar Minta Polisi Selidiki Legalitas Senjata Api

Kasus pengendara motor gede (moge) yang diduga memukul seseorang dengan pistol di Ciledug berakhir damai


Bamsoet: Anggota PERIKHSA Wajib Patuhi Aturan Hukum Senjata Api

1 April 2022

Bamsoet: Anggota PERIKHSA Wajib Patuhi Aturan Hukum Senjata Api

Pengetahuan tentang syarat kepemilikan senjata api dibeberkan dalam seminar Aspek Hukum Atas Senjata Api Beladiri.


Bamsoet: Senjata Api Bukan untuk Pamer dan Gagah-gagahan

19 Maret 2022

Bamsoet: Senjata Api Bukan untuk Pamer dan Gagah-gagahan

Seminar akan PERIKSHA akan memberikan edukasi seputar aspek hukum, tanggung jawab, dan hal lain terkait kepemilikan senjata api bela diri.


Aksi Penembakan di Universitas Rusia Tidak Berkaitan dengan Agama atau Politik

20 September 2021

Aksi Penembakan di Universitas Rusia Tidak Berkaitan dengan Agama atau Politik

Motif di balik penembakan di Universitas Negeri Perm, Rusia, belum sepenuhnya terungkap selain didasari amarah pelaku.


Delapan Orang Terbunuh Dalam Penembakan di Universitas Rusia

20 September 2021

Delapan Orang Terbunuh Dalam Penembakan di Universitas Rusia

Seorang pelajar melepas tembakan di kampus Universitas Negeri Perm, Rusia. Sebanyak delapan orang tewas dan enam luka-luka dalam peristiwa tersebut.


Marak Penembakan Massal, Joe Biden Akan Tindak Tegas Senjata Api Ilegal

24 Juni 2021

Marak Penembakan Massal, Joe Biden Akan Tindak Tegas Senjata Api Ilegal

Presiden Joe Biden pada Rabu bersumpah untuk menindak para penjual senjata api ilegal karena maraknya penembakan massal di AS.


Departemen Kehakiman AS Usul Dua Aturan Baru untuk Cegah Kekerasan Senjata Api

8 Juni 2021

Departemen Kehakiman AS Usul Dua Aturan Baru untuk Cegah Kekerasan Senjata Api

Departemen Kehakiman mengusulkan aturan yang melarang aksesoris yang mengubah pistol menjadi senapan serbu untuk mencegah kekerasan senjata api di AS.