Belum Ada Parpol Lain Dukung Prabowo, Fadli Zon: Enggak Masalah  

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menjawab pertanyaan awak media di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 28 Juni 2016. Ia menyampaikan permintaan maaf jika ada kesalahan terkait kunjungan putrinya, Shafa Sabila Fadli ke Amerika Serikat. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.COJakarta - Partai politik yang menyatakan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo di bursa pemilihan presiden atau pilpres 2019 makin bermunculan. Sebaliknya, belum ada partai lain selain Partai Gerindra yang secara terbuka menyatakan akan mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
 
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan pihaknya tidak khawatir dengan hal tersebut. “Enggak ada masalah,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 Agustus 2017.
Baca: Pilpres 2019, PAN Segera Umumkan Jagoan Capresnya Bulan Ini 
 
Menurut dia, situasi di politik selalu dinamis. Partai-partai yang saat ini mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi, kata Fadli, belum tentu benar-benar melakukannya saat tahapan pilpres 2019 sudah dimulai.

“Kalau kita lihat proses politik di Indonesia, partai-partai bisa berubah sikap dalam satu hari. Kan kepentingan berbeda pada waktunya,” ujarnya.
 
Meski belum ada partai lain yang menyatakan mendukung Prabowo, Gerindra tetap akan mengusungnya dalam pilpres 2019. Menurut dia, Prabowo tetap salah satu kandidat presiden dengan elektabilitas dan popularitas tertinggi.

Selain itu, koalisi antarpartai untuk mengusung salah satu kandidat bisa dilakukan dalam waktu singkat. Fadli mencontohkan, saat pilpres 2014, Koalisi Merah Putih, yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta Rajasa, terbentuk hanya dalam kurun waktu satu bulan.
Simak juga: PDIP Tersinggung Ucapan Wakil Ketua Gerindra, Kaji Jalur Hukum
 
Karena itu, Gerindra menilai partai-partai seharusnya tidak perlu terburu-buru membahas calon presiden 2019. “Masih terlalu dini, nantilah di 2018,” katanya.
 
Nama Prabowo dan Jokowi disebut-sebut akan kembali berhadapan dalam pilpres 2019. Dalam beberapa survei, dua tokoh ini memiliki elektabilitas dan popularitas tertinggi ketimbang tokoh lain.

Menurut Fadli, Gerindra tetap menjalin komunikasi politik dengan partai-partai lain. “Dengan PKS (Partai Keadilan Sejahtera) sudah sering sekali, dengan PAN (Partai Amanat Nasional), dan Partai Demokrat juga jalan,” ucapnya.

AHMAD FAIZ






Polarisasi di Masyarakat Masih Terjadi, NasDem Sebut Rekonsiliasi usai Pilpres 2019 Gagal

24 hari lalu

Polarisasi di Masyarakat Masih Terjadi, NasDem Sebut Rekonsiliasi usai Pilpres 2019 Gagal

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, menyebut polarisasi di masyarakat imbas Pilpres 2019 masih ada dan dikhawatirkan berlanjut


Anies Baswedan Sebut Pernah Dua Kali Ditawari jadi Capres di Pemilu 2019

7 Oktober 2022

Anies Baswedan Sebut Pernah Dua Kali Ditawari jadi Capres di Pemilu 2019

"Di tahun 2018 saya ditawari untuk ikut pilpres, sebagai wakil. Bahkan ada dua kali permintaan untuk menjadi capres," kata Anies Baswedan


5 Dosa Politik Taufik pada Prabowo Subianto dan Partai Gerindra

8 Juni 2022

5 Dosa Politik Taufik pada Prabowo Subianto dan Partai Gerindra

Politikus senior M Taufik dipecat dari Gerindra karena dinilai telah membuat dosa politik dan pembangkangan pada partai dan Prabowo Subianto.


Gerindra Berkukuh Dorong Prabowo Nyapres Lagi di Pilpres 2024

8 Juni 2022

Gerindra Berkukuh Dorong Prabowo Nyapres Lagi di Pilpres 2024

Politisi Partai Gerindra menegaskan partainya tetap kukuh mendorong Ketua Umum Prabowo Subianto maju kembali sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.


Riza Patria Akan Patuh Keputusan DPP Gerindra Soal Pemecatan Taufik

8 Juni 2022

Riza Patria Akan Patuh Keputusan DPP Gerindra Soal Pemecatan Taufik

Pemecatan resmi Muhammad Taufik bakal ditentukan DPP Partai Gerindra.


Taufik Akan Pindah ke Partai Berideologi Nasionalis setelah Dipecat Gerindra

7 Juni 2022

Taufik Akan Pindah ke Partai Berideologi Nasionalis setelah Dipecat Gerindra

Politikus senior Gerindra Muhammad Taufik mengatakan jika harus bergeser, maka akan mencari partai yang nasionalis.


Gerindra Jakarta: Pemecatan M Taufik Baru Rekomendasi, Belum Diputuskan

7 Juni 2022

Gerindra Jakarta: Pemecatan M Taufik Baru Rekomendasi, Belum Diputuskan

Ahmad Riza Patria mengungkapkan, pemecatan M Taufik dari partai barurekomendasi dari Majelis Kehormatan Partai Gerindra.


Kontroversi Taufik, Akan Mundur dari Gerindra Demi Anies Baswedan Jadi Capres

2 Juni 2022

Kontroversi Taufik, Akan Mundur dari Gerindra Demi Anies Baswedan Jadi Capres

Politikus senior Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik akan mundur dari partainya demi bisa mendukung Anies Baswedan.


Hadiri Pelantikan Penggantinya, Taufik Gerindra: Enggak Ada yang Istimewa

2 Juni 2022

Hadiri Pelantikan Penggantinya, Taufik Gerindra: Enggak Ada yang Istimewa

Mohamad Taufik dari Partai Gerindra menyatakan penggantiannya dari kursi Wakil Ketua DPRD DKI sebagai hal biasa.


Prabowo Subianto Dekati Tokoh NU, Pengamat: Karena Dukungan PA 212 Hilang

7 Mei 2022

Prabowo Subianto Dekati Tokoh NU, Pengamat: Karena Dukungan PA 212 Hilang

Prabowo Subianto dinilai sedang mencari basis dukungan baru untuk menggantikan dukungan PA 212 yang hilang pasca dia masuk ke pemerintahan Jokowi.