Kata Puan Maharani Soal Waketum Gerindra yang Samakan PDIP dengan PKI  

Reporter

Megawati Soekarnoputri berbincang dengan anaknya yang juga Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani dalam perayaan ulang tahun ke-70 Megawati Soekarnoputri di Teater Jakarta, TIM, Jakarta, 23 Januari 2017. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.COJakarta - Puan Maharani berhenti ketika sejumlah wartawan di Istana mengerubunginya dan bertanya ihwal sikapnya terhadap pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyouno yang menyamakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Putri Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri, yang kini menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, itu menyebut wakil ketua partai pimpinan Prabowo Subianto itu tak beretika. 
 
Baca: PDIP Tersinggung Ucapan Wakil Ketua Gerindra, Kaji Jalur Hukum

"Saya tidak bicara partai per partai, tapi menurut saya, namanya berpolitik itu harus beretika. Jadi tak usahlah saling menghujat," ujar Puan ketika ditanya wartawan, Rabu, 2 Agustus 2017.
 
Pernyataan Arief muncul tak lama setelah sidang paripurna DPR perihal Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu menetapkan presidential threshold sebesar 20 persen. Menurut pihak partai Gerindra, hal itu adalah lelucon politik dan Arief menyebut dia tak kaget PDIP menjadi dianggap sama dengan PKI. 

Baca: Repdem Laporkan Wakil Ketua Umum Gerindra ke Polisi

Belakangan beredar di media sosial surat permintaan maaf yang ditandatangani Arief di atas meterai. Dalam suratnya itu, Arief mengaku tidak memiliki niat menyamakan PDIP dengan PKI.
 
Puan sendiri berharap Arief bisa menyampaikan permintaan maaf tersebut secara terbuka. Sebab, apa yang dia lontarkan itu juga sebelumnya dinyatakan secara terbuka. "Jadi kalau kemudian itu disampaikan yang saya dengar, yang saya dengar dari teman-teman, kami berharap yang menyatakan hal tersebut bisa menyatakan permintaan maaf tertulis dan terbuka," ujarnya.

Baca: Samakan PDIP dengan PKI, Waketum Gerindra Dilaporkan ke Polda

Ketika ditanya apa tanggapan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri, Puan Maharani 
mengatakan, "Ini urusannya bukan partai. Yang bisa saya sampaikan, lebih baik kita menjalankan demokrasi berpartai ini dengan cara-cara santun dan beretika. Itu saja."
 
ISTMAN M.P.






Ganjar Pranowo Disarankan Turunkan Sekoci Politik Agar Pencapresan Semakin Mudah

38 menit lalu

Ganjar Pranowo Disarankan Turunkan Sekoci Politik Agar Pencapresan Semakin Mudah

Ganjar Pranowo dinilai harus mulai menurunkan sekoci politiknya dan tak menunggu restu dari PDIP jika ingin maju pada Pilpres 2024.


Puan Ajak Lulusan UBK Ikut Bangun Bangsa

4 hari lalu

Puan Ajak Lulusan UBK Ikut Bangun Bangsa

Lulusan UBK didorong mempersiapkan diri menghadapi persaingan, menghadapi risiko usaha, serta meningkatkan kualitas diri.


Profil Veronica Yulis, Istri Yudo Margono Polwan Berpangkat AKBP Tugas di Baharkam Mabes Polri

4 hari lalu

Profil Veronica Yulis, Istri Yudo Margono Polwan Berpangkat AKBP Tugas di Baharkam Mabes Polri

Istri calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Veronica Yulis anggota polwan berpangkat AKBP bertugas di Baharkam Mabes Polri. Ini profilnya.


Apa Itu Brevet Hiu Kencana? Disematkan Yudo Margono kepada Puan Maharani Sebelum Umumkan Calon Panglima TNI

5 hari lalu

Apa Itu Brevet Hiu Kencana? Disematkan Yudo Margono kepada Puan Maharani Sebelum Umumkan Calon Panglima TNI

KSAL Laksamana Yudo Margono berikan Brevet Hiu Kencana kepada Puan Maharani dan KSAD Dudung Abdurachman. Apa istimewanya brevet ini?


Profil dan Karier Politik Prananda Prabowo yang Menjadi Kepala Pusat Analisa PDIP

5 hari lalu

Profil dan Karier Politik Prananda Prabowo yang Menjadi Kepala Pusat Analisa PDIP

Prananda Prabowo ditunjuk sebagai Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDIP. Siapakah dia dan bagaimana karier politiknya?


Harta Kekayaan Laksamana Yudo Margono 2015 - 2021 Versi LHKPN, Terakhir Bertambah Rp 5,52 Miliar

5 hari lalu

Harta Kekayaan Laksamana Yudo Margono 2015 - 2021 Versi LHKPN, Terakhir Bertambah Rp 5,52 Miliar

Kupas harta kekayaan calon Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono versi LHKPN sejak 2015. Terakhir bertambah menjadi Rp 5,52 miliar. Begini rinciannya.


Setelah Surpres Jokowi untuk Yudo Margono Turun, Apa Lagi Tahapannya Menjadi Panglima TNI?

5 hari lalu

Setelah Surpres Jokowi untuk Yudo Margono Turun, Apa Lagi Tahapannya Menjadi Panglima TNI?

Yudo Margono akan melalui beberapa tahapan untuk selanjutnya diangkat menjadi Panglima TNI sesuai peraturan UU Nomor 34 Tahun 2004 Pasal 13.


Terima Brevet dari Yudo Sebelum Umumkan Calon Panglima TNI, Puan: RI Perlu Banyak Kapal Perang

6 hari lalu

Terima Brevet dari Yudo Sebelum Umumkan Calon Panglima TNI, Puan: RI Perlu Banyak Kapal Perang

Ketua DPR Puan Maharani menerima tanda warga kehormatan, Brevet Hiu Kencana, dari KSAL Laksamana Yudo Margono sebelum umumkan calon Panglima TNI


Puan Bantah Penundaan Penyerahan Surpres Calon Panglima TNI karena Ada Perubahan Nama

6 hari lalu

Puan Bantah Penundaan Penyerahan Surpres Calon Panglima TNI karena Ada Perubahan Nama

Ketua DPR RI Puan Maharani resmi mengumumkan nama calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono yang akan menggantikan Andika Perkasa


Istana Kirim Surpres Jokowi Soal Nama Calon Panglima TNI ke DPR Sore Ini

6 hari lalu

Istana Kirim Surpres Jokowi Soal Nama Calon Panglima TNI ke DPR Sore Ini

Istana akan mengirimkan Surpres berisi nama Panglima TNI yang dipilih Presiden Jokowi, untuk menggantikan Jenderal Andika Perkasa sore ini ke DPR