Perindo ke Jokowi, Pramono Anung: Tahun Politik Datang Lebih Awal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seskab Pramono Anung. TEMPO/Subekti.

    Seskab Pramono Anung. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilu Presiden masih dua tahun lagi namun geliat politik sudah mulai  terasa dalam beberapa bulan terakhir. Tak ada kabar apapun, tiba=tiba Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia ( Perindo,) Hary Tanoesudibjo tak mencalonkan dirinya menjadi salah satu kandidat. Hary Tanoe  malah mengutarakan dukungannya terhadap Joko Widodo untuk maju lagi dalam Pemilihan 2019.

    Dukungan ini mengagetkan sejumlah pihak karena disampaikan secara mendadak dan beriringan dengan proses hukum yang tengah dijalani oleh bos Grup MNC itu.

    BACA: Perindo ke Jokowi, PPP Sindir Keikusertaan di Pemilu 2014

    Politikus PDI Perjuangan Pramono Anung bereaksi santai melihat perubahan politik Perindo yang tadinya getol mendukung Prabowo kini memilih mendukung Jokowi. Sekretaris Kabinet itu menganggap wajar perubahan politik itu dan beralasan, pemilu yang berlangsung serentak antara legislatif dan presiden pada 2019 menjadi alasan kenapa perubahan politik itu terjadi.

    "Pilpres dan Pemilu Legislatif kan berjalan serentak nantinya, nah itu membuat tahun politik menjadi lebih maju," kata Pramono di Istana Kepresidenan, Rabu, 2 Agustus 2017.

    BACA: Langkah Politik Hary Tanoe, Perindo Dukung Jokowi Pilpres 2019

    Menurut Pramono, ada beberapa hal yang bisa dilihat dari perubahan politik Perindo juga partai lainnya. Pertama dukungan itu bisa dilihat sebagai upaya mempercayai Presiden Jokowi untuk memimpin lagi. " Ini menunjukan adanya kepuasan yang tinggi terhadap Presiden. Dan memang kalau dilihat kepuasan masyarakat kepada Presiden kan cukup tinggi, itu diapresiasi publik," kata Pramono.

    Selain itu, menurut Pramono, politik bukan sifatnya blocking permanen. Ada dinamika yang menuntut perubaan politik sebagai bentuk ada kedewasaan dalam politik. " Kalau kemudian yang dulu berseberangan lalu bergabung, menurut Saya hal yang biasa-biasa saja. Bukan hal yang istimewa," kata Pram.

    BACA: Bela Hary Tanoe, Presidium Alumni 212 Bantah Dapat Uang

    Pramono menekankan para menteri sebagai pembantu Presiden tidak akan terpengaruh, baik dengan banjir dukungan yang dialami oleh Pemerintah maupun tahun politik yang lebih maju ketimbang biasanya.

    "Karena tantangan untuk bisa melakukan perbaikan ekonomi itu menjadi salah satu hal yang saat ini betul-betul menjadi perhatian Presiden. Sebab beliau ingin pada tahun 2017, 2018 dan 2019, pertumbuhan ekonomi kita lebih berkualitas, lebih baik dan bisa dirasakan oleh masyarakat." ujarnya.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.