Pansel Serahkan 14 Nama Calon Anggota Komnas HAM ke DPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pansel Calon Anggota Komnas HAM Periode 2017-2022 Jimly Asshiddiqie (tengah) bersama Wakil Ketua Harkristuti Harkrisnowo (kedua kiri) dan tiga anggota Zoemrotin K Susilo (kiri), Bambang Widodo Umar (kedua kanan) dan Makarim Wibisono (kanan) memberikan keterangan pers di Gedung Komnas HAM di Jakarta, 4 Juli 2017. Pansel menyatakan sebanyak 28 orang calon telah lolos uji seleksi lanjutan. ANTARA/Widodo S Jusuf

    Ketua Pansel Calon Anggota Komnas HAM Periode 2017-2022 Jimly Asshiddiqie (tengah) bersama Wakil Ketua Harkristuti Harkrisnowo (kedua kiri) dan tiga anggota Zoemrotin K Susilo (kiri), Bambang Widodo Umar (kedua kanan) dan Makarim Wibisono (kanan) memberikan keterangan pers di Gedung Komnas HAM di Jakarta, 4 Juli 2017. Pansel menyatakan sebanyak 28 orang calon telah lolos uji seleksi lanjutan. ANTARA/Widodo S Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Seleksi Komisioner Komisi Nasional untuk HAM (Komnas HAM) menyerahkan 14 nama kepada Komisi Hukum DPR. Nama-nama tersebut hasil dari seleksi hampir 100 peserta yang menjalani lima tahapan tes Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner Komnas HAM.

    Ke -14 nama itu nantinya akan dipilih 7 orang oleh DPR sebagai komisioner Komnas HAM periode 2017 – 2022. "Komisi Hukum DPR yang nanti akan memproses. Secara umum kami anggap ini paling baik, yang dianggap bisa memperbaiki citra dan kinerja lembaga ini untuk lima tahun ke depan," ujar Ketua Pansel Calon Komisoner Komnas HAM Jimly Asshiddiqie saat mengumumkan 14 nama tersebut di Gedung Komnas HAM,  Menteng, Jakarta, Rabu, 2 Agustus 2017.

    Baca juga: Ungkap Cepat Kasus Novel Baswedan, Komnas HAM: Bentuk TGPF

    Para calon, kata dia, telah menjalani tahapan seleksi, mulai dari administrasi, seleksi pengetahuan, pemeriksaan riwayat hidup, hingga wawancara langsung. Jumlah total peserta yang dikerucutkan menjadi 28 orang, kemudian menjalani tes psikologi pada 17 Juli lalu, dan pemeriksaan kesehatan fisik pada 18-19 Juli.

    Jimly mengklaim mendapat banyak masukan dari berbagai elemen masyarakat, terkait seleksi tersebut. "Kami (pansel) membuka diri, sehingga partisipasi masyarakat tinggi sekali."

    Baca juga: Kasus Novel Baswedan, Komnas HAM: Dilakukan Orang Terlatih  

    Pansel Komisioner Komnas HAM pun menyerahkan sepenuhnya ketentuan terkait jumlah calon yang akan menjadi komisioner, pada Komisi Hukum DPR.

    "Mereka bisa menentukan pilihan apakah mau memilih lima, tujuh, atau sembilan, terserah mereka yang penting kami setor dua kali jumlah yang diperlukan," ujar Jimly.

    Baca juga: Komnas HAM Kecam Persekusi Karena Melanggar Kebebasan Berpendapat

    Mewakili Pansel, Jimly berharap para komisioner terpilih nantinya bisa bekerjasama menyelesaikan tugas Komnas HAM yang ada, termasuk mencegah terulangnya kegaduhan internal.

    "Secara internal orang-orang ini kami harapkan punya kemampuan kerja sama tak hanya antar komisi tapi juga staf karena harus perbaiki keadaan runyam di Komnas HAM," kata dia.

    Baca juga: Komnas HAM Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Novel, Apa Langkahnya?   

    Sebanyak 14 calon Komisioner Komnas HAM berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari pegiat lembaga swadaya, akademisi, hingga advokat. Ada juga dua petahana yang dipercaya kembali memimpin Komnas HAM, yakni Roichatul Aswidah dan Sandrayati Moniaga.

    Beberapa calon juga berasal dari lembaga sejenis Komnas HAM, seperti Arimbi Heroepoetri yang sempat menjabat Komisioner Komnas Perempuan. Tak ketinggalan, mantan Duta Besar RI di Bulgaria, Bunyan Saptomo juga diloloskan pansel untuk mengikuti uji kelayakan di Komisi Hukum.

    Berikut 14 nama calon komisioner Komnas HAM periode 2017-2022:

    Berikut adalah ke14 nama calon anggota Komnas HAM periode 2017-2022:

    1. Ahmad Taufan Damanik
    2. Amiruddin
    3. Antonio Pradjasto
    4. Arimbi Heroepoetri
    5. Beka Ulung Hapsara
    6. Bunyan Saptomo
    7. Hairansyah
    8. Judhariksawan
    9. Mohammad Choirul Anam
    10. Munafrizal Manan
    11. Roichatul Aswidah
    12. Sandrayati Moniaga
    13. Sondang Friskha Simanjuntak
    14. Sri Lestari Wahyuningroem

     

    YOHANES PASKALIS PAE DALE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.