Kecewa Menteri Siti Soal Koordinasi Atasi Kebakaran Hutan

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Petugas kepolisian dibantu tim forest fire Sinar Mas Forestry berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Desa Bonai Darusalam, Rokan Hulu, Riau, 28 Agustus 2016. ANTARA/Rony Muharrman

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan belum puas dengan upaya pemadaman kebakaran hutan. Menurut dia, perlu ada sistem otomatis di daerah yang bisa cepat menangani kemunculan titik panas. 
 
"Ada kelemahan secara kelembagaan dalam koordinasi," kata Siti di Jakarta, Rabu, 2 Agustus 2017.

Baca : BMKG: 70 Titik Panas Terpantau di Sumatera dan Terbanyak di Aceh 

Tak hanya itu, upaya pemadaman titik api atau kebakaran hutan juga memerlukan dukungan finansial. Namun yang terpenting, menurut Siti, ialah koordinasi dan aksi di lapangan. 
 
Upaya mendorong sistem otomatis diperlukan, kata Siti, sebab saat ini ada daerah-daerah baru yang mengalami kebakaran hutan. Salah satunya ialah di Provinsi Aceh dan Bangka Belitung.

Menteri Siti menyatakan upaya penanggulangan titik api di dua daerah itu lebih lama dibandingkan tujuh daerah lainnya yang sering mengalami kebakaran. 
 
"Kebakarannya cukup lama sekitar seminggu," kata dia. Siti menyebut, faktor lamanya upaya pemadaman di Aceh dan Bangka Belitung karena tidak ada sistem seperti di tujuh daerah lainnya. Ketujuh daerah yang kerap mengalami kebakaran ialah Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah. 
Simak juga : Satgas Kebakaran Hutan Riau Menangkap Pelaku Pembakaran Lahan

Lebih lanjut, Menteri Siti terus memantau perkembangan titik api di daerah. Rabu pagi tadi ia menyatakan ada 102 titik api yang 60 persen berpotensi menjadi api. Angka itu turun dibanding kemarin yang mencapai 156-160 titik api. 
 
Namun bila dibandingkan antara Juli 2017 dengan Juli 2016, jumlah titik api bulan lalu lebih tinggi 49 persen. Kenaikan persentase itu disebabkan karena Juli tahun ini lebih kering dibanding dengan Juli 2016. Padahal titik api yang masif adalah salah satu sumber potensi terjadinya kebakaran hutan.
 
ADITYA BUDIMAN






Membantai Sukarelawan Pemadam Kebakaran Hutan, 49 Orang di Aljazair Dihukum Mati

2 hari lalu

Membantai Sukarelawan Pemadam Kebakaran Hutan, 49 Orang di Aljazair Dihukum Mati

Sejumlah 49 terdakwa dihukum mati karena mengeroyok hingga tewas seorang sukarelawan yang membantu memadamkan kebakaran hutan di Aljazair.


MA Kabulkan PK Jokowi, Penggugat Ragukan Komitmen Pemerintah Tangani Kebakaran Hutan

7 hari lalu

MA Kabulkan PK Jokowi, Penggugat Ragukan Komitmen Pemerintah Tangani Kebakaran Hutan

LBH juga menyangsikan alat bukti baru atau novum yang disertakan dalam pengajuan PK Presiden Jokowi dalam kasus kebakaran hutan dan lahan pada 2015.


Tarif Baru Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Akan Tetap Berlaku Tahun Depan

8 hari lalu

Tarif Baru Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Akan Tetap Berlaku Tahun Depan

Rencana kenaikan tarif masuk pulau Komodo itu mendapat protes dari warga setempat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata.


Siti Nurbaya dan Jokowi Dipuji Soal Deforestasi, Apa Kata Walhi?

14 hari lalu

Siti Nurbaya dan Jokowi Dipuji Soal Deforestasi, Apa Kata Walhi?

Walhi memandang dua faktor di balik susutnya deforestasi dan kebakaran hutan di Indonesia selama tiga tahun terakhir.


COP27, Menteri Siti dan Presiden Jokowi Dipuji Karena Deforestasi Berkurang

17 hari lalu

COP27, Menteri Siti dan Presiden Jokowi Dipuji Karena Deforestasi Berkurang

Data KLHK menyatakan laju deforestasi bisa ditekan ke titik terendah sebesar 113,5 ribu hektare pada 2020-2021. Tren menurun sepanjang 3 tahun pandemi


KLHK Sebut Polusi Udara Jakarta Turun, Kendaraan Buruk Baku Mutu Emisi Kena Tambahan Pajak

19 hari lalu

KLHK Sebut Polusi Udara Jakarta Turun, Kendaraan Buruk Baku Mutu Emisi Kena Tambahan Pajak

KLHK menyebutkan kendaraan bermotor yang melebihi baku mutu emisi dikenakan tambahan pajak pencemaran lingkungan.


Climate Outlook BMKG: Banjir Tahun Ini, Kebakaran Hutan Tahun Depan?

34 hari lalu

Climate Outlook BMKG: Banjir Tahun Ini, Kebakaran Hutan Tahun Depan?

BMKG minta waspadai potensi kebakaran hutan dan lahan yang lebih tinggi pada 2023 dibandingkan 2020, 2021 maupun 2022 yang kemaraunya basah.


Bencana Alam Efek Cuaca Ekstrem di Indonesia

37 hari lalu

Bencana Alam Efek Cuaca Ekstrem di Indonesia

penyebab cuaca ekstrem adalah karena adanya Monsun Asia, anginnya berhembus secara periodik dari Benua Asia menuju Australia yang melewati Indonesia.


Korban Tewas dalam Banjir Bandang di Pakistan Bertambah 57 Orang

3 September 2022

Korban Tewas dalam Banjir Bandang di Pakistan Bertambah 57 Orang

Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Pakistan pada Sabtu, 3 September 2022, bertambah 57 orang, di mana 25 orang adalah anak-anak.


Kapolri Minta Jajarannya Raih Kepercayaan Publik untuk Terus Kawal Pemerintah

19 Agustus 2022

Kapolri Minta Jajarannya Raih Kepercayaan Publik untuk Terus Kawal Pemerintah

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan kepercayaan publik penting agar Polri dapat mengawal setiap kebijakan pemerintah.