Jokowi Belajar Lingkungan dari Anuar, Peraih Kalpataru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo melakukan penanaman pohon di Arboretum Lukito Aryadi secara simbolik dalam rangka pencanangan Landmark Hutan Indonesia saat PeringatanHari Lingkungan Hidupdi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, 2 Agustus 2017. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo melakukan penanaman pohon di Arboretum Lukito Aryadi secara simbolik dalam rangka pencanangan Landmark Hutan Indonesia saat PeringatanHari Lingkungan Hidupdi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, 2 Agustus 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Membuka Rakernas Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Presiden Joko Widodo tak hanya menegur kementerian itu. Namun, kesempatan itu juga dia gunakan untuk belajar pengelolaan lingkungan dari peraih Kalpataru. 

    "Saya tidak usah berpesan banyak karena sudah ada yang menyampaikan banyak hal (soal lingkungan hidup) di sini," ujar Presiden Jokowi  di halaman gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu, 2 Agustus 2017.

    Salah satu peraih Kalpataru yang menurut Jokowi  patut dijadikan panutan adalah Anuar. Anuar adalah petani mangrove asal Desa Rugemuk, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

    Baca: Presiden Jokowi Hadiri Penyerahan Penghargaan Kalpataru

    Menurut Jokowi, Anuar patut dijadikan contoh soal pengelolaan alam karena berhasil merehabilitasi kawasan mangrove di Deli Serdang sejak  1992. Kawasan mangrove yang dikelola Anuar akhirnya berkembang menjadi Pusat Pembelajaran Mangrove. 

    Presiden  sempat menanyakan kepada Anuar, apa rahasianya bisa meraih Kalpataru lewat pengelolaan mangrove. Anuar menuturkan ia meraih kalpataru karena konsisten mengelola kawasan mangrove seluas ratusan hektare siang hingga malam dan menjual bibitnya ke berbagai daerah di Indonesia. "Tahun 2013, saya sempat jual 5,48 juta bibit mangrove ke Aceh. Saya juga jual ke Mandailing Natal, Bangka Belitung," ujar Anuar.

    Simak: Jokowi Tegur KLHK: Pengelolaan Hutan Jangan Berorientasi Proyek

    Jokowi sempat berseloroh bahwa Anuar pasti kaya raya karena usahanya. Anuar, sambil bercanda, mengatakan dirinya tidak kaya raya karena rumahnya saja baru saja rusak tertimpa pohon yang ia tanam. "Cabangnya patah, terus menimpa rumah saya hehehe. Tapi, setidaknya, saya bisa membiayai kuliah dua anak saya," ujar Anuar. 

    Peraih Kalpataru lain yang menurut Presiden Joko Widodo patut dicontoh adalah Alex Wasimor. Alex, yang berasal dari Desa Rhepang Muaif, Jaya Pura, menerima Kalpataru karena berhasil mengelola hutan ulayat di desa tersebut menjadi ekowisata burung Cendrawasih.

    Lihat: Aktivis Lingkungan Memprotes Pembangunan Resor di Gunung Kidul

    "Desa saya 1,5 jam dari Jayapura. Tapi, begitu masuk (ekowisata), 15 menit jalan pasti sudah lihat Cendrawasih. Kami punya tujuh jenis di lokasi 19 hektare," ujar Alex. 

    Usai berdialog, seperti biasanya, Presiden memberikan hadiah sepeda kepada kepada Anuar dan Alex Wasimor.
     

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.