KPK Periksa Auditor BPKP untuk Tersangka E-KTP Setya Novanto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jejak Setya Novanto di Kasus E-KTP.

    Jejak Setya Novanto di Kasus E-KTP.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi akan memeriksa auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Suaedi dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan proyek e-KTP. Suaedi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya Novanto.

    "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya Novanto (SN)," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu, 2 Agustus 2017.

    Selain Suedi, KPK juga akan memeriksa Deniarto Suhartono dari pihak swasta dan Apandi dari pihak keamanan juga untuk tersangka Setya Novanto. Sebelumnya, KPK telah memeriksa Dedi Prijono, kakak Andi Agustinus alias Andi Narogong.

    Baca juga: Golkar: Setya Novanto Belum Tunjuk Pengacara dalam Kasus E-KTP

    "Kami mengklarifikasi lebih lanjut terkait indikasi peran yang bersangkutan dalam proses pengadaan proyek e-KTP, yaitu terkait pertemuan-pertemuan dan pembicaraan-pembicaraan yang terjadi di Fatmawati atau yang kami sebut di tuntutan atau dakwaan dengan tim Fatmawati," kata Febri, Selasa, 1 Agustus 2017.

    Febri mengatakan, pembicaraan ataupun proses pengaturan pengadaan e-KTP diduga dilakukan di ruko Fatmawati itu. Ruko tersebut merupakan tempat Andi Narogong mengatur para pengusaha untuk mengerjakan proyek KTP elektronik, pelelangan, hingga konsorsium yang ingin mereka menangkan dalam lelang.

    Diketahui dalam proses lelang dan pengadaan e-KTP diatur oleh Irman, Sugiharto, dan diinisiasi oleh Andi Narogong yang membentuk tim Fatmawati. Dalam putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Irman dan Sugiharto, disebutkan beberapa anggota tim Fatmawati yaitu Jimmy Iskandar alias Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Setyo, Benny Akhir, Dudi dan Kurniawan, yang masing-masing menerima Rp 60 juta dana proyek e-KTP.

    Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka pada 17 Juli 2017. Ketua Umum Partai Golkar itu diduga menyalahgunakan kewenangannya untuk tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.