Penyidik Polri Siap Berangkat ke Singapura Temui Novel Baswedan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rikwanto memberikan keterangan terkait kasus buku Jokowi Undercover di Mabes Polri, Selasa, 3 Desember 2017. AHMAD FAIZ

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rikwanto memberikan keterangan terkait kasus buku Jokowi Undercover di Mabes Polri, Selasa, 3 Desember 2017. AHMAD FAIZ

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan penyidik kepolisian sudah siap terbang ke Singapura untuk menemui penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Novel Baswedan. Mereka berencana akan menemui Novel untuk ketiga kalinya bersama KPK.
     
    Namun, Rikwanto berujar saat ini penyidik masih menunggu kesiapan dari KPK menemui Novel Baswedan. “Kami tetep menunggu pihak KPK untuk berangkat ke sana (Singapura),” ujar Rikwanto di Mabes Polri, Selasa, 1 Agustus 2017.

    Baca juga:

    Rekaman CCTV Novel Baswedan Bisa Diperjelas, tapi...

    Rikwanto menyebutkan kepolisian tinggal menunggu waktu yang tepat dari KPK ke Singapura. Dalam kunjungan ketiga nanti, penyidik berencana untuk mengambil keterangan dari Novel yang menjadi korban penyiraman air keras pada April lalu. Sebab ia mengklaim dua kunjungan sebelumnya Novel belum bersedia dimintai keterangan lantaran kondisi kesehatan yang belum memungkinkan. 
     
    Menurut Rikwanto, kepolisian terus berkoordinasi dengan KPK untuk mengungkap pelaku penyiraman terhadap Novel. Ia mengatakan sudah dua kali datang ke KPK, begitu pula KPK telah mendatangi kepolisian. 

    Baca pula:

    Polisi Punya 2 Sketsa Penyerang Novel: Satu Lagi Belum Final  

    Dalam pertemuan ketiga nanti, penyidik bakal mengkonfirmasi keterangan-keterangan yang disampaikan Novel ke publik melalui media. “Mudah-mudahan ada sesuatu yang bisa dijadikan alat bukti untuk mengungkap,” kata Rikwanto. 
     
    Dalam perkara ini, kepolisian telah merilis sketsa wajah yang diduga menyerang Novel. Mereka pun telah menyebarkan informasi itu ke Kepolisian Daerah hingga tingkat resor. 
     
    Rikwanto berharap agar pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan dapat segera ditangkap. Untuk itu ia pun mengajak masyarakat yang mungkin mengenali orang yang ada dalam sketsa itu untuk melaporkan ke petugas. 
     
    DANANG FIRMANTO

    Simak:
    Soal Ajakan Bikin Tim Gabungan, KPK: Kasus Novel Kewenangan Polri  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?