Rekaman CCTV Novel Baswedan Bisa Diperjelas, tapi...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kamera pengintai closed-circuit television (CCTV) di rumah penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan, merekam detik-detik kejadian penyiraman air keras terhadap dirinya oleh dua orang yang mengendarai sebuah sepeda motor pada Selasa, 11 April 2017. ISTIMEWA

    Kamera pengintai closed-circuit television (CCTV) di rumah penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan, merekam detik-detik kejadian penyiraman air keras terhadap dirinya oleh dua orang yang mengendarai sebuah sepeda motor pada Selasa, 11 April 2017. ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Jakarta - Publik dikejutkan dengan dirilisnya video rekaman close-circuit television (CCTV) terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang dirilis oleh Tempo.co, Senin, 31 Juli 2017.

    Video berdurasi 2 menit 21 detik tersebut memperlihatkan detik-detik Novel Baswedan diserang dengan air keras oleh dua orang yang menggendarai sepeda motor pada Selasa, 11 April 2017.

    Baca juga:
    Novel Baswedan Yakin Kapolri Sudah Punya Bukti Penyerangnya


    Polisi Punya 2 Sketsa Penyerang Novel: Satu Lagi Belum Final  

    Ketua dan pendiri Indonesia Cyber Security Forum, Ardi Sutedja mengatakan rekaman tersebut dapat diperjelas dengan menggunakan teknologi Video Analytics. Yaitu alat dan tekhnologi forensik untuk enhancement video.

    "Teknologinya sudah, tidak ada yang tidak bisa dengan teknologi itu," ujar Ardi saat dihubungi Tempo, Selasa, 1 Agustus 2017. Ardi menerangakan, teknik penyidikan tersebut merupakan forensik digital dimana tim ahli forensik terutama forensik kepolisian lebih memahami penyidikan tersebut terlebih mereka memliki ahli teknologi yang telah terlatih.

    Baca pula:

    Soal Ajakan Bikin Tim Gabungan, KPK: Kasus Novel Kewenangan Polri  

    Rekaman pertama dari CCTV merupakan barang bukti yang sangat penting untuk bisa mengesktrasi rekaman agar gambar terlihat lebih jelas. "Makanya chain of custody itu semakin penting sejak barang bukti disita,"
     
    Tingkat kejelasan gambar, menurut Ardi Sutedja, bergantung pada kualitas asli gambar tersebut termasuk waktu yang dibutuhkan untuk memperjelas gambar. Ardi menambakan video tersebut bisa diperjelas namun bergantung pada pihak-pihak yang menagani kasus Novel Baswedan. "Tapi masalahnya mau atau tidak," kata dia, menegaskan.

    WULAN NOVA S   I   S. DIAN ANDRYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.