Dimas Kanjeng Divonis 18 Tahun, Istri Korban Pembunuhan Gusar  

Reporter

Kanjeng Dimas Taat Pribadi di dalam sel Pengadilan Negeri Kraksaan Kabupaten Probolinggo, 9 Februari 2017. Terdakwa kasus pembunuhan dan penipuan ini mulai menjalani persidangan Kamis ini. TEMPO/David Priyasidharta

TEMPO.COProbolinggo - Bibi Resemjan, istri Ismail Hidayah, salah satu korban pembunuhan orang suruhan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, tidak puas dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Kraksaan, Probolinggo, Selasa, 1 Agustus 2017. 

Dalam sidang putusan, Dimas Kanjeng divonis 18 tahun hukuman penjara. "Dibayar berapa sama Taat (Dimas Kanjeng Taat Pribadi) pengadilan ini," kata Bibi sambil mencak-mencak seusai persidangan. 

Baca: Dimas Kanjeng Taat Pribadi Divonis 18 Tahun Penjara

Dengan nada tinggi, di hadapan wartawan, Bibi mengatakan terdakwa telah membunuh dua orang. Bibi berujar tidak terima dengan vonis hakim 18 tahun penjara terhadap Taat Pribadi. "Saya masih normal. Masak terima dengan 18 tahun penjara itu," katanya. "Kalau bisa menentukan hukuman, saya bunuh dia (Dimas Kanjeng Taat Pribadi)." 

Menurut Bibi, suaminya, Ismail Hidayah, dibunuh secara keji. Ismail diculik dan dibunuh ketika mau berangkat salat Magrib. "Tidak ada keadilan. Masak membunuh diputus 18 tahun penjara, belum dipotong masa tahanan," ujarnya ketus. 

Simak: Menjelang Putusan Dimas Kanjeng, Polisi Sterilisasi Ruang Sidang

Putusan 18 tahun terhadap Taat Pribadi lebih ringan dibanding tuntutan jaksa, yakni hukuman seumur hidup. Hakim menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti menganjurkan pembunuhan berencana terhadap korban.

Sejumlah unsur, dari secara sengaja, berencana, sampai menghilangkan nyawa orang lain telah terbukti dalam persidangan. Majelis hakim kasus Dimas Kanjeng ini diketuai Basuki Wiyono, yang juga Ketua Pengadilan Negeri Kraksaan. 

DAVID PRIYASIDHARTA






Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Konseling Psikolog dan Rohaniwan

3 jam lalu

Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Konseling Psikolog dan Rohaniwan

Bharada E disebut dalam keadaan sehat dan didampingi psikolog serta rohaniwan. Bersiap hadapi sidang kasus pembunuhan Brigadir J.


Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

5 hari lalu

Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

Gudang yang menjadi lokasi perencanaan pembunuhan dan mutilasi 4 warga Papua diduga juga berfungsi sebagai lokasi penimbunan BBM jenis Solar.


Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

8 hari lalu

Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

Tim Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Tim juga mewawancarai para pelaku baik dari sipil maupun TNI.


Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

8 hari lalu

Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

Komnas HAM meminta para pelaku harus dihukum seberat-beratnya, termasuk pemecatan dari keanggotaan TNI.


Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

8 hari lalu

Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

Komisioner Komnas HAM mengatakan diskusi untuk merencanakan pembunuhan itu diduga telah dilakukan beberapa kali oleh pelaku.


Kremlin Bantah Isu Vladimir Putin Jadi Target Pembunuhan

12 hari lalu

Kremlin Bantah Isu Vladimir Putin Jadi Target Pembunuhan

Kantor Presiden Rusia membantah Vladimir Putin telah menjadi target pembunuhan.


Putin Jadi Target Pembunuhan, Mobilnya Diserang Bom

14 hari lalu

Putin Jadi Target Pembunuhan, Mobilnya Diserang Bom

Mobil Presiden Rusia Vladimir Putin diserang bom. Ia berhasil selamat, sementara pengawalnya dikabarkan telah ditangkap.


4 Perkawinan Beda Agama Dicatatkan di Jakarta Selatan, Hasil Penetapan Pengadilan

14 hari lalu

4 Perkawinan Beda Agama Dicatatkan di Jakarta Selatan, Hasil Penetapan Pengadilan

Pemerintah Kota Jakarta Selatan mencatat empat perkawinan beda agama pada 2022 guna mematuhi putusan Pengadilan Negeri di daerah itu.


Rentetan Teror Kekerasan di Kolombia, Total 17 Orang Tewas

15 hari lalu

Rentetan Teror Kekerasan di Kolombia, Total 17 Orang Tewas

Tugas besar masalah keamanan negara harus dihadapi Presiden Kolombia Gustavo Petro.


Geger Aksi Pembunuhan Siang Bolong di Tengah Jalan

18 hari lalu

Geger Aksi Pembunuhan Siang Bolong di Tengah Jalan

Ibu dua di bunuh di San Mateo, California menjadi korban pembunuhan di siang bolong.