Jokowi: Jangan Remehkan Campak dan Rubella!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers soal presidential threshold di Cikarang, Bekasi, 28 Juli 2017. TEMPO/Aditya Budiman

    Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers soal presidential threshold di Cikarang, Bekasi, 28 Juli 2017. TEMPO/Aditya Budiman

    TEMPO.COSleman - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa penyakit measles-rubella (MR), atau yang dikenal dengan istilah penyakit campak dan rubella, adalah jenis penyakit yang berbahaya. Salah satu upaya untuk mencegahnya adalah dengan memberikan vaksin MR melalui imunisasi pada anak usia 9 bulan-15 tahun.
     
    “Sekali lagi, (MR) ini penyakit yang berbahaya. Pesan saya, jangan remehkan MR. Sekali lagi, jangan remehkan MR,” kata Jokowi saat melakukan Pencanangan Nasional Kampanye dan Introduksi Imunisasi Campak dan Rubella di Madrasah Tsanawiyah (MTs) 10 Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa, 1 Agustus 2017.
     
    Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebut virus rubella berbahaya apabila menginfeksi ibu hamil dengan usia kehamilan tri-semester pertama, akan menyebabkan anak lahir cacat. Di antaranya mata bayi yang lahir akan mengalami katarak sehingga menyebabkan kebutaan. Kemudian telinga anak bisa tuli, fungsi otak melemah sehingga anak mengalami reardasi mental, bahkan bisa menyebabkan kelainan jantung.
     
    Complicated sekali. Jadi beban kalau mempunyai generasi masa depan kondisinya seperti itu,” kata Nila.
     
    Bahkan jumlah anak yang menderita rubella di Indonesia cukup tinggi, khususnya di Pulau Jawa. Jumlahnya di atas rata-rata kejadian. Penyebabnya, menurut Nila, karena populasi penduduk di Jawa lebih tinggi ketimbang di pulau lain.
     
    “Rata-rata hasil yang ditemukan ada 93 kasus rubella di Jawa Tengah,” kata Nila.
     
    Sedangkan jumlah penderita penyakit campak yang tinggi bisa mengakibatkan kematian pada anak karena daya tahan tubuhnya menurun. Selain itu, bisa mengakibatkan kebutaan karena terkena infeksi virus tersebut.
     
    Sementara itu, jumlah anak-anak di Indonesia yang mendapatkan imunisasi MR masih kurang dari satu persen atau baru 0,05 persen. Padahal idealnya ada 95 persen anak yang telah mendapatkan imunisasi MR.
     
    “Menjaga anak-anak tetap sehat itu tugas orang tua dan negara. Jadi saya dukung penuh kampanye imunisasi nasional agar anak-anak bebas MR,” kata Jokowi.
     
    PITO AGUSTIN RUDIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.