Harapan Istri Novel Baswedan Soal Penyidikan Kasus Suaminya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri Novel Baswedan, yakni Rina Emilda, kepada wartawan mengatakan bahwa sang suami tetap semangat menjalani pengobatan. IRSYAN HASYIM

    Istri Novel Baswedan, yakni Rina Emilda, kepada wartawan mengatakan bahwa sang suami tetap semangat menjalani pengobatan. IRSYAN HASYIM

    TEMPO.COJakarta - Rina Emilda, istri Novel Baswedan, mengaku kecewa melihat begitu lambatnya penyidikan kasus penyerangan dengan air keras terhadap suaminya. Dia berharap segera dibentuk tim bersama antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian RI untuk bisa mengungkap pelaku kejahatan terhadap suaminya itu. "Secepatnya dibentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF)," kata Rina saat ditemui Tempo di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin, 31 Juli 2017. 

    Menurut Emilda, bukti rekaman CCTV rumah Novel Baswedan telah diberikan kepada KPK dan Polri. Keterangan berdasarkan fakta yang terjadi juga telah diberikan. "Keluarga telah memberikan semua dibutuhkan penyidik," ujarnya. 

    Baca: Penjelasan Utuh Kapolri Soal Penyidikan Kasus Novel Baswedan

    TPGF pun sudah menjadi bahasan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mengungkap lebih cepat kasus teror terhadap Novel Baswedan. Lambannya pengusutan kasus teror terhadap Novel menjadi tanda tanya masyarakat. 

    "Koalisi masyarakat sipil meminta Komnas HAM membentuk semacam tim gabungan pencari fakta. Mereka minta ajukan ke Presiden, atau kami secara kelembagaan membentuk tim," ujar Komisioner Subkomisi Mediasi Komnas HAM Maneger Nasution. 

    Baca: 
    Aktivis Desak Jokowi Bentuk Tim TGPF Kasus Novel Baswedan
    Ungkap Cepat Kasus Novel Baswedan, Komnas HAM: Bentuk TGPF

    Maneger menuturkan, pada 27 April 2017, Komnas bertemu koalisi masyarakat sipil. Dalam kesempatan tersebut, permintaan membentuk TGPF diterima. Permintaan itu pun diteruskan dalam rapat paripurna Komnas pada Mei lalu, yang berujung pada penugasan Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan selama satu bulan untuk mengumpulkan fakta dan data. 

    Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK mendesak Presiden Joko Widodo segera mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Karena itu, Presiden harus bersikap dan membentuk TGPF yang independen untuk menangani kasus tersebut. "Penting ada mitigator grupnya, seperti TGPF. Presiden harus tahu karena atasan KPK adalah presiden," kata Koordinator Kontras, Haris Azhar.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.