Minggu, 25 Februari 2018

Menteri Muhadjir Ingin 40 ribu Guru Punya Keahlian Ganda

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 1 Agustus 2017 04:46 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Muhadjir Ingin 40 ribu Guru Punya Keahlian Ganda

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menemui wartawan usai upacara peringatan Hari Guru Nasional 2016 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 25 November 2016. TEMPO/Danang Firmanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan sistem zonasi pendidikan yang sedang dirintis bisa mendorong peningkatan mutu guru di seluruh Indonesia. Para guru itu nantinya akan menjalani pendidikan tambahan agar bisa melakukan keahlian ganda.

    Menurut Muhadjir, para guru nanti tidak lagi mengampu hanya satu mata pelajaran, tapi beberapa mata pelajaran yang linier dengan ilmu yang diajarkan. "Seperti guru IPA, dia nanti juga bisa mengajar matematika, begitu juga dengan sosiologi yang nanti bisa mengajar antropologi," ujarnya.
     
    Baca: Jusuf Kalla Cerita Soal Beda Guru dan Pengalaman

    Muhadjir mengatakan cara ini untuk mengatasi krisis tenaga guru, terutama dari pegawai negeri sipil. Karena itu, Kementerian akan memfasilitasi peningkatan mutu guru agar dapat mengajar lebih dari satu mata pelajaran.
     
    "Sudah ada 14 ribu guru. Kami targetkan 40 ribu guru (keahlian ganda) pada 2019," katanya.
     
    Baca: Retno Listyarti: Guru Juga Perlu Dibela

    Selain itu, Muhadjir menuturkan akan melatih tentara yang berada di garis perbatasan negara agar dapat mengajar. "Ini sudah kami rancang karena sulit menjadikan guru menjadi PNS. Termasuk tentara akan kita latih untuk bisa mengajar pelajaran tertentu," tuturnya.
     
    Hal tersebut terkait dengan sistem zonasi pendidikan yang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam sistem ini, tidak lagi ada sekolah favorit atau terpinggirkan. Sistem ini merupakan bagian pemerataan pendidikan. Lewat zonasi, pemerintah akan lebih mudah memberikan afirmasi sesuai dengan kebutuhan.
     
    CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.