Kabareskrim: Kasus Novel Baswedan Lebih Sulit Diungkap daripada..

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto saat menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka terkait kasus penistaan agama di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 16 November 2016. Polri meningkatkan kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan. TEMPO/Subekti.

    Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto saat menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka terkait kasus penistaan agama di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 16 November 2016. Polri meningkatkan kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah hampir 5 bulan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan belum menemukan titik terangnya. Polisi sampai hari ini masih terus mengusut untuk mengungkap pelaku, seperti disampaikan Kapolri Tito Karnavian seusai bertemu Presiden Jokowi.
     
    Kepala Bareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, mengutarakan kunci dari pengungkapan kasus penyerangan penyidik senior antirasuah itu terletak pada pengungkapan bukti-bukti maupun jejak di TKP dan mengungkap latar belakang penyerangan itu terjadi. Profesi Novel Baswedan sebagai aparat penegak hukum menurut Ari, membuatnya banyak tidak disukai

    Baca juga:

    Kasus Novel Baswedan, Tito Karnavian: Sketsa dari Saksi Penting

    Kasus penyerangan yang menimpa Novel, kata Ari Dono, merupakan kasus hit and run relative lebih sulit dibanding dengan kasus lain seperti kasus teroris. Sejauh ini kepoloisian mengaku terus melakukan penyidikan untuk mengungkap dalang dibalik penyiraman air keras.  
     
    “Kalau bicara TKP masih terus digali sampai sekarang tidak pernah dengar ada barang bukti yang hilang dan mencari tahu latar belakang penyerangan menjadi objek penyidikan. Sampai hari ini sudah 59 orang yang dimintai keterangan. Kemudian untuk Novel sebagai korban baru interview,”  kata Ari Dono di Kendari saat menghadiri kegiatan pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparat Penegak Hukum di Sultra, Senin, 31 Juli 2017, di salah satu hotel di kawasan Teluk Kendari.

    Baca pula:

    Kata Polisi Soal Sketsa Terduga Penyerang Novel Baswedan  

    Terkait dugaan adanya keterlibatan pejabat tinggi Polri dalam kasus Novel Baswedan, menurut Ari Dono, kepolisian akan mendalami informasi terebut, mengingat tudingan itu masih merupakan informasi yang disampaikan oleh Novel. “Masih dalam penyelidikan ini isu atau fakta, karea Novel, yang akan menceritakan kan dia yang menyampaikan,” ujarnya.

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.