Bursa Pilgub Jawa Barat, Ridwan Kamil Kini Pakai Jalan Senyap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, saat bermain catur di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, 19 Agustus 2016. Dok.TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, saat bermain catur di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, 19 Agustus 2016. Dok.TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan masih terus intens melakukan lobi-lobi politik dengan beberapa partai politik guna mendapat dukungan dan bisa memuluskan jalannya mencalonkan diri dalam bursa Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 (Pilgub Jabar) mendatang. 
     
    "Saya itu tenang, kalem tapi tetap aktif sehingga di waktu yang dekat ini akan menjadi ukuran (mendapat dukungan dari partai politik)," kata Ridwan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Senin, 31 Juli 2017.

    Baca :

    Pilkada Jabar, Zulkifli Hasan: Warga Meminta Aa Gym Jadi Gubernur

    Penyebab Angkatan Muda Golkar Dorong Kadernya Maju Pilgub Jabar
     
    Wali Kota yang akrab disapa Emil itu mengaku panasnya bursa Pilgub Jawa Barat 2018 memang sudah terjadi dari beberapa bulan kebelakang.

    Disinggung, gerakan Ridwan tidak begitu masif akhir-akhir ini, orang nomor satu di Kota Bandung itu tetap gencar melakukan safari politik ke beberapa daerah di Jawa Barat.
     
    "Dalam politik itu tidak selalu dukungan dari partai politik tersampaikan di media. Banyak lobi-lobi politik yang senyap, dan itu yang terjadi sekarang," ujar dia.
     
    Sebagaimana diketahui, Emil sudah terlebih dahulu mendeklarasikan untuk maju di Pilgub Jabar dan mendapat dukungan penuh dari Partai Nasdem. 
     
    "Yang paling baru dengan PKB, ya karena mengundang saya di hari Rabu (2 Agustus 2017), tapi kan mau ada penghargaan Adipura dulu jadi saya tunda. Kalau partai yang lain belum," ujar Kang Emil soal manuver untuk Pilgub Jawa Barat 2018.
     
    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.