Polda Jatim Kerahkan 200 Personel Jaga Sidang Vonis Dimas Kanjeng

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Kanjeng Dimas Taat Pribadi di dalam sel Pengadilan Negeri Kraksaan Kabupaten Probolinggo, 9 Februari 2017. Terdakwa kasus pembunuhan dan penipuan ini mulai menjalani persidangan Kamis ini. TEMPO/David Priyasidharta

TEMPO.CO, Probolinggo - Dua ratus personel akan mengamankan sidang Dimas Kanjeng Taat Pribadi, terdakwa kasus pembunuhan dan penipuan penggandaan duit, dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, besok, Selasa, 1 Agustus 2017.

"Pengamanan cukup ketat sehingga kami siagakan 200 personel untuk mengamankan jalannya sidang. Anggota Brimob Polda Jawa Timur yang berada di padepokan juga akan kami perbantukan," kata Kepala Polres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin saat dihubungi, Senin, 31 Juli 2017.

Sesuai dengan agenda sidang, majelis hakim Pengadilan Negeri Kraksaan, yang diketuai Basuki Wiyono, akan membacakan vonis Taat Pribadi dalam kasus pembunuhan terhadap Abdul Gani, salah satu pengikut padepokan, di PN Kraksaan, besok.

Baca: Pengacara Benarkan Dimas Kanjeng Praktik Menggandakan Uang Lagi

"Ratusan personel itu akan melakukan pengamanan yang terbagi dalam empat sistem pengamanan, salah satunya pengamanan VVIP terhadap majelis hakim, jaksa, dan tersangka," tuturnya.

Adapun sistem pengamanan lain dilakukan terhadap pengunjung yang datang dan di tempat yang akan digunakan untuk persidangan Taat Pribadi. Sehingga diharapkan tidak ada gangguan selama sidang tersebut berjalan.

"Kami juga sudah berkomunikasi dengan pengikut padepokan yang akan menghadiri sidang dan mereka memastikan pengikut yang hadir di persidangan sekitar 20-30 orang saja," katanya.

Ia mengatakan 200 personel tersebut terdiri atas 10 personel anggota Brimob di padepokan. Sedangkan sisanya dari personel Polres Probolinggo dan Kodim 0820 Probolinggo.

"Pengamanan sidang vonis sangat ketat dibandingkan sidang-sidang sebelumnya karena sebagai upaya bentuk pencegahan jika nantinya terjadi hal yang mengganggu keamanan dan ketertiban selama proses persidangan berjalan," ucapnya.

Arman mengaku belum ada pemberitahuan adanya unjuk rasa terkait dengan sidang Taat Pribadi, besok. Namun pihaknya tidak akan segan-segan membubarkan apabila tidak ada surat pemberitahuan kepada polisi.

Seorang pengikut Taat, Taufik Herly, mengatakan tidak akan mengerahkan massa berlebihan dalam persidangan putusan vonis tersebut.

Simak pula: Dimas Kanjeng Sudah Bangun Jam 2, Sidang Malah DItunda

"Kemungkinan jumlahnya seperti sidang biasanya sekitar 20 sampai 30 orang saja. Selama ini, tidak ada yang mengkoordinir para pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang hadir di PN Kraksaan karena mereka hadir atas inisiatif sendiri," ujarnya, Senin.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi didakwa sebagai "dalang" pembunuhan mantan pengikutnya, yakni Abdul Gani, yang kemudian dibuang ke waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah.


ANTARA






Jangan Tertipu Lowongan Kerja Palsu, Kenali Cirinya

1 hari lalu

Jangan Tertipu Lowongan Kerja Palsu, Kenali Cirinya

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari lowongan kerja palsu sehingga dapat menjadi pelamar kerja yang cermat.


OJK Berikan Catatan Ini ke Paylater Agar Kasus Penipuan Mahasiswa IPB Tak Terulang

1 hari lalu

OJK Berikan Catatan Ini ke Paylater Agar Kasus Penipuan Mahasiswa IPB Tak Terulang

OJK) meminta kepada perusahaan pembiayaan dengan metode Buy Now Pay Later (BNPL) melakukan berbagai tindakan perbaikan segera.


Laporkan Wiraswastawan Boyolali, Pengusaha Produk Kecantikan Depok Sebut Penipuan

2 hari lalu

Laporkan Wiraswastawan Boyolali, Pengusaha Produk Kecantikan Depok Sebut Penipuan

Pengusaha asal Depok yang melaporkan ke polisi wiraswastawan dari Boyolali dengan tuduhan penipuan dan penggelapan angkat bicara.


Pecatan Polisi Ditangkap usai Tipu Wanita di Tangerang

7 hari lalu

Pecatan Polisi Ditangkap usai Tipu Wanita di Tangerang

Tersangka diketahui merupakan pecatan polisi karena desersi atau meninggalkan dinas di Polda Sumatera Selatan


Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tertarik Investasi di Toko Online

8 hari lalu

Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tertarik Investasi di Toko Online

Pelaku penipuan menawari para mahasiswa IPB investasi di toko onlinenya. Diminta mengutang di pinjaman online.


Kasus Medina Zein, Uya Kuya Serahkan Bukti Kunci ke Polda Metro Jaya

8 hari lalu

Kasus Medina Zein, Uya Kuya Serahkan Bukti Kunci ke Polda Metro Jaya

Uya Kuya mengklaim punya bukti kunci dalam kasus penipuan yang diduga dilakukan Medina Zein.


Polisi Telusuri Kemungkinan Pelaku Lain di Kasus Mahasiwa IPB Terjerat Pinjol

11 hari lalu

Polisi Telusuri Kemungkinan Pelaku Lain di Kasus Mahasiwa IPB Terjerat Pinjol

Polres Bogor Kota menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan perusahaan pinjaman online (pinjol) dalam kasus penipuan ini


BCA Bantah Kabar Perubahan Biaya Transfer Rp 150 Ribu per Bulan, Sebut Ada Aksi Penipuan

11 hari lalu

BCA Bantah Kabar Perubahan Biaya Transfer Rp 150 Ribu per Bulan, Sebut Ada Aksi Penipuan

Beredar informasi BCA menetapkan tarif baru transfer antar-bank menjadi Rp 150 ribu per bulan.


Jerumuskan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tersangka Pakai Uang Investasi buat Beli Mobil

11 hari lalu

Jerumuskan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tersangka Pakai Uang Investasi buat Beli Mobil

Tersangka penipuan investasi bodong ini menawarkan program investasi di toko online kepada para korban, yang sebagian mahasiswa IPB.


Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjaman Online, Kenali Ciri-Ciri Pinjol Ilegal Berikut

12 hari lalu

Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjaman Online, Kenali Ciri-Ciri Pinjol Ilegal Berikut

Berkaca dari kasus pinjaman online yang merugikan ratusan mahasiswa IPB, berikut adalah 5 ciri-ciri pinjol ilegal yang perlu diwaspadai.