Pendapatan Bisnis Digital Telkom Tumbuh Pesat  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Untuk pertama kalinya, pendapatan bisnis digital Telkom melampaui pendapatan dari lini cellular voice dan pesan pendek (SMS).

    Untuk pertama kalinya, pendapatan bisnis digital Telkom melampaui pendapatan dari lini cellular voice dan pesan pendek (SMS).

    INFO NASIONAL - Di era industri digital, kinerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk semakin memuaskan, meski persaingan industri semakin kompetitif. Hal ini terbukti semakin tingginya pendapatan dari lini data, internet, dan IT service. Bahkan untuk pertama kalinya, melampaui pendapatan lini cellular voice serta pesan pendek (SMS).

    Pada semester I 2017, Telkom mencatat pendapatan Rp 27,12 triliun dari data, internet, dan IT services. Sedangkan pendapatan cellular voice serta SMS sebesar Rp 26,02 triliun. Kontribusi bisnis data, internet, dan IT services terhadap total pendapatan perseroan meningkat menjadi 42,4 persen.

    “Data, internet, dan IT service berkontribusi besar dengan pertumbuhan 19,8 persen menjadi Rp 27,12 triliun. Kontribusi bisnis data, internet, dan IT service terhadap keseluruhan pendapatan perseroan meningkat sebesar 42,4 persen atau tumbuh 19,8 persen,” ujar Direktur Keuangan Telkom Harry M Zen di Jakarta, Rabu, 26 Juli 2017.

    Telkom kembali membukukan pertumbuhan triple-double- digit pada semester I 2017. Pendapatan mencapai Rp 64,02 triliun atau tumbuh 13,4 persen dibanding tahun lalu, Rp 56,45 triliun. Telkom juga membukukan EBITDA sebesar Rp 33,23 triliun atau tumbuh 15,4 persen serta laba bersih sebesar Rp 12,10 triliun atau tumbuh 21,9 persen.

    Peningkatan pendapatan dari data, internet, dan IT service, sejalan dengan peningkatan jumlah pelanggan seluler serta lonjakan traffic mobile data yang mencapai 118,7 persen. Pelanggan seluler saat ini mencapai 178 juta atau tumbuh 13,1 persen dibanding  akhir periode yang sama tahun lalu. Pelanggan mobile broadband Telkomsel Flash tumbuh 63,9 persen menjadi 81,72 juta pengguna.  

    Hal ini diikuti peningkatan pelanggan fixed broadband sebesar 4,7 persen menjadi 4,52 juta pengguna. Sedangkan pelanggan layanan fixed broadband IndiHome mencatat pertumbuhan 34,2 persen.  Jika pada semester I 2016, pelanggan IndiHome baru mencapai 1,5 juta pelanggan, pada semester I 2017 menjadi lebih dari 2 juta pelanggan.

    Sedangkan Telkomsel, entitas anak usaha Telkom, mempertahankan kinerja dengan pertumbuhan triple-double- digit. Pendapatan Telkomsel tumbuh 11,9 persen, EBITDA 14,0 persen, dan laba bersih 15,6 persen Year-on-Year (YoY). Pada semester I 2017, pendapatan Telkomsel mencapai Rp 45,99 triliun, EBITDA Rp 27,19 triliun, serta laba bersih Rp 15,50 triliun.

    Kontribusi pendapatan bisnis digital Telkomsel memperlihatkan pertumbuhan yang berarti, yakni 26,9 persen menjadi Rp 18,07 triliun. Meningkatnya pertumbuhan bisnis digital tersebut didukung perluasan dan penguatan jaringan Telkomsel dengan layanan 3G atau 4G melalui penambahan 17.538 base transceiver station  (BTS) baru. Total BTS Telkomsel pada akhir semester I 2017 adalah 146.571 BTS, yakni  65,7 persennya merupakan BTS yang mampu memberikan layanan 3G atau 4G.

    Hingga akhir semester I 2017, Telkom Group telah membelanjakan capital expenditure (Capex) sebesar Rp 16,7 triliun atau tumbuh 21,4 persen dibanding tahun lalu. Capex dimanfaatkan untuk mendukung bisnis broadband, baik fixed maupun mobile, seperti pembangunan infrastruktur backbone fiber optic, pembangunan BTS Telkomsel, pembuatan satelit, infrastruktur kabel laut lintas benua (IGG dan SEA-US), dan menara telekomunikasi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.