Dimas Kanjeng Taat Pribadi Divonis dalam Kasus Pembunuhan Besok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat akan menjalani sidang dugaan pembunuhan dan penipuan di Pengadilan Probolinggo, Rabu, 12 Juli 2017. (Tempo/David Priyasidharta)

    Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat akan menjalani sidang dugaan pembunuhan dan penipuan di Pengadilan Probolinggo, Rabu, 12 Juli 2017. (Tempo/David Priyasidharta)

    TEMPO.CO, Probolinggo - Pengadilan Negeri Kraksaan akan menggelar sidang putusan kasus pembunuhan dengan terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, Jawa Timur, Selasa besok, 1 Agustus 2017. Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kraksaan Januardi mengatakan jadwal persidangan besok mengagendakan putusan.
     
    Selain mengagendakan sidang putusan untuk kasus pembunuhan, sidang di PN Kraksaan besok sebenarnya menjadwalkan tuntutan untuk kasus penipuan dengan terdakwa Taat Pribadi. "Namun yang tuntutan 378 sepertinya masih ditunda karena menunggu dari Kejagung," kata Januardi kepada Tempo, Senin, 31 Juli 2017. Mohamad Sholeh, kuasa hukum terdakwa Taat, belum bisa dikonfirmasi. 

    Baca juga: Pengacara Benarkan Dimas Kanjeng Praktek Menggandakan Uang Lagi
     
    Taat terjerat dua kasus hukum, yakni pembunuhan dan penipuan berkedok penggandaan uang. Adapun kasus pembunuhan menimpa dua pengikutnya, Abdul Ghani dan Ismail Hidayah. Keduanya dibunuh karena dinilai bakal membongkar praktik penipuan yang ia jalankan.
     
    Taat diduga kuat berperan menyuruh, membantu, dan memberikan kesempatan kepada sejumlah orang, yakni tersangka Wahyu Wijaya, Wahyudi, Kurniadi, Boiran, Muryat Subiyanto, Achmad Suryoo, Erik Yuliga Diriyanto, Anis Purwanto, dan Rahmad Dewaji, untuk membunuh Ghani.
     
    Sedangkan kasus penipuan Taat berdasarkan laporan korban atas nama Prayitno Supriadi, warga Jember. Berawal dari laporan itu, kasus pembunuhan terungkap. Dari Prayitno pula, polisi menerima sejumlah barang bukti yang digunakan Taat dan anak buahnya menipu ribuan korbannya.
     
    Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap Dimas Kanjeng Taat Pribadi pada 22 September 2016 di padepokannya di Dusun Sumber Cengkalek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Penangkapan itu melibatkan seribu lebih personel karena mendapatkan perlawanan dari ribuan pengikutnya.
     
    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.