Ray Rangkuti: Pilpres 2019 Pertarungan Jokowi dan Prabowo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menunggangi kuda usai mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo Subianto, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 31 Oktober 2016. Dalam pertemua tersebut, Prabowo mengajak Jokowi untuk menunggang kuda bersama. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menunggangi kuda usai mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo Subianto, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 31 Oktober 2016. Dalam pertemua tersebut, Prabowo mengajak Jokowi untuk menunggang kuda bersama. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai kontestasi pemilihan presiden pada 2019 merupakan pertarungan para petahana, yakni antara Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. “Petahana yang berkuasa dan petahana calon (Prabowo),” katanya di Jakarta, Ahad, 30 Juli 2017.
     
    Ray menangkap pesan kedatangan Prabowo ke Cikeas menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah wujud akan adanya persaingan antara militer dan sipil pada 2019. Namun ia tidak menampik Prabowo bisa juga mengambil keputusan lain.
     
    Baca juga: PKB Sodorkan Muhaimin Dampingi Jokowi di Pilpres 2019  

    Menurut Ray, Prabowo bisa saja mengalah pada 2019 dengan tidak mencalonkan diri. Ia menilai mungkin saja ada calon muda yang disodorkan untuk bertarung di pemilihan presiden. “Kemungkinan ada bintang yang bersinar, tapi belum tahu siapa,” ucapnya.
     
    Sebaliknya, Ray menyebut Jokowi memiliki tantangan cukup besar, yaitu merangkul dukungan dari kelompok muslim. Ia menilai meski tingkat kepercayaan publik masih tinggi kepada Jokowi, bisa jadi akan dilawan dengan isu identitas sehingga terkesan belum melakukan apa-apa.

    Politikus Partai Golkar Ace Hasan Zyadzili menilai pertemuan Prabowo dan SBY di Cikeas hanya komunikasi politik awal. “Tidak bisa disimpulkan itu upaya koalisi,” ujarnya.

    Simak pula: Pertemuan Cikeas Diapresiasi, Jokowi: Tidak Ada Kekuasaan Absolut
     
    Ace mengatakan proses koalisi politik saat ini masih sangat cair. Tapi dukungan partainya ke Jokowi sudah final.

    Ia masih enggan mengomentari perihal potensi duel antara Prabowo dan Jokowi. Sebagai partai pendukung pemerintahan, ia pun mengajak publik menilai kinerja Jokowi secara objektif, misalnya, dari pembangunan sampai peran-peran Jokowi di dunia internasional.
     
    DANANG FIRMANTO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.