7 SD di Palangka Raya Diduga Dibakar, Pelaku Diburu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    Ilustrasi kebakaran. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Tujuh sekolah dasar negeri dan satu sekolah menengah kejuruan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, diduga dibakar dalam sepekan terakhir. Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meminta polisi memburu pelakunya.

    "Kalau dilihat seperti ini (kondisinya) pasti ini dibakar bukan terbakar," ujar Sugianto setelah meninjau SDN 1 Menteng dan SMK ISEI, Ahad, 30 Juli 2017.

    Pada Sabtu petang, pukul 18.15 WIB, sebuah rumah penjaga malam yang berada SDN 8 Palangka di Jalan Kapten Pierre Tendean terbakar. Selang sembilan jam kemudian, yakni Minggu dinihari, 30 Juli 2017, sekitar pukul 03.00 WIB, dua sekolah yang lokasinya saling berdekatan, yakni SDN 1 Menteng dan SMK ISEI di Jalan Yos Sudarso juga ludes dilalap si jago merah.

    Sugianto belum mengetahui motif pelaku membakar sejumlah sekolah dasar milik pemerintah yang ada di Palangka Raya ini. "Motifnya saya belum tahu, tapi nanti setelah tertangkap orangnya baru semua akan terbuka habis," ujarnya.

    Guna membangun kembali sekolah yang terbakar, Sugianto berjanji meminta bantuan sejumlah perusahaan melalui dana corporate social responsibility (CSR). Dalam peninjauan itu, Gubernur didampingi Wali Kota Palangka Raya Riban Satia dan Wakil Wali Kota Palangka Raya Moffid Saptono Subagio, serta sejumlah pejabat Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah dan juga Kepala Kepolisian Resor Palangka Raya Ajun Komisaris Besar Lili Warli.

    Selain berharap agar kasus pembakaran sejumlah sekolah bisa terungkap, Sugianto meminta kepolisian mengungkap sejumlah kebakaran yang saat ini masih belum tuntas, seperti kebakaran di kantor Gubernur Kalimantan Tengah yang memusnahkan ruangan Biro Keuangan dan Biro Ekonomi, serta kebakaran di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Kalimantan Tengah saat pilkada lalu.

    Wali Kota Palangka Raya Riban Satia mengaku berat untuk bangun sekolah yang terbakar bila terus terjadi kebakaran. "Kalau terus seperti ini (kebakaran) kita tidak mampu (bangun kembali sekolah yang terbakar)," ujarnya.

    Dicontohkannya, untuk membangun SDN 1 Palangka yang terbakar pekan lalu itu saja bila untuk rehab berat dibutuhkan dana Rp 2,3 miliar, bila hanya rehab ringan Rp 1,8 miliar.

    Pada 21-22 Juli 2017, dalam kurun 24 jam ada empat sekolah yang terbakar. Pertama, pada 21 Juli 2017, sekitar pukul 13.00, SDN 4 Menteng yang berlokasi di Jalan M.H. Thamrin terbakar. Kemudian pada waktu yang sama SDN 4 Langkai di Jalan A.I.S. Nasution juga terbakar.

    Pada 22 Juli 2017, pukul 02.00 WIB, giliran SDN 1 Langkai di Jalan Wahidin Sudirohusodo Husono terbakar. Terpaut satu jam kemudian SDN 5 Langkai yang berada di lokasi yang sama juga terbakar.

    Selang beberapa hari kemudian Sabtu, 29 Juli 2017, pukul 18.15 WIB, kebakaran juga melanda rumah penjaga di SDN 8 Palangka dan terakhir sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu dinihari, SDN 1 Menteng di Jalan Yos Sudarso juga ludes terbakar.

    KARANA W.W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.