Upaya Memberangus Terorisme, Indonesia Gandeng 5 Negara Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Wiranto menjawab pertanyaan awak media usai menggelar pertemuan tertutup dengan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Jose Maria Matres Manso, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, 21 Juni 2017.  TEMPO/Imam Sukamto

    Menko Polhukam Wiranto menjawab pertanyaan awak media usai menggelar pertemuan tertutup dengan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Jose Maria Matres Manso, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, 21 Juni 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia melakukan pertemuan bilateral dengan lima negara membahas upaya pemberangusan terorisme. Lima negara tersebut, yaitu, Australia, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Selandia Baru. Pertemuan bertajuk Sub-Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism (SRM FTF-CBT) ini digelar di Manado, Sulawesi Utara.

    Setidaknya ada tiga hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, yaitu perkembangan terorisme di sub-kawasan, upaya peningkatan kerjasama terkait counter violent extremism dan deradikalisasi, serta upaya penguatan kerangka dan kerjasama hukum. Secara garis besar pertemuan ini menyepakati beberapa hal terkait propaganda dari kelompok atau pelaku terorisme.

    Baca: JK: Terorisme Meluas dari Negara Gagal ke Negara Stabil

    "Hal ini sebagai upaya menanggulangi akar permasalahan dan bahaya radikalisme yang mengarah pada ekstrimisme dan terorisme," ujar Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, dalam siaran persnya, Sabtu, 29 Juli 2017.

    Menurut Wiranto, ada lima hal yang jadi perhatian pembahasan penanggulangan terorisme. Salah satunya adalah pembentukan forum tentang FTF (foreign terorist fighter) dalam rangka memperkuat kerjasama antara penegak hukum dan badan intelijen. Selain itu, adanya dorongan kerjasama di antara enam negara dengan perusahaan yang memberikan layanan media sosial, video file sharing, dan messaging.

    "Jadi perusahaan-perusahaan media sosial nantinya ikut membantu kami mencari keberadaan teroris atau menangkal secara langsung," kata Wiranto.

    Baca: Indonesia Tuan Rumah Konferensi Enam Negara Bahas Terorisme

    Kemudian, Wirantor menjelaskan, perlu adanya studi komparatif hukum terkait terorisme yang berlaku di masing-masing negara. Selanjutnya, harus ada penguatan kerjasama antara lembaga untuk penanggulangan kegiatan pendanaan kegiatan terorisme. Terakhir, para perwakilan negara sepakat dengan adanya peningkatan kerjasama diantara badan imigrasi dalam rangka pengawasan perbatasan terpadu.

    Adapun Jaksa Agung Australia George Brandis mengatakan, semua negara yang ikut dalam Sub-Regional Meeting telah sepakat bekerjasama memberantas terorisme. "Australia sudah menyatakan sikap akan bergabung dengan lima negara lainnya memberantas terorisme, terutama yang ada di perairan laut Sulu," kata dia.

    Brandis berharap kerjasama ini bisa terus ditingkatkan agar keamanan negara-negara Asia bisa terus terjaga. Selain itu, Brandis mengatakan Australia selalu terbuka jika diajak bekerjasama terutama dalam hal pemberantasan terorisme.

    Baca: Begini Para Mantan Kombatan dan Napi Terorisme Ikrar Setia NKRI

    Simak berita lainnya tentang terorisme hanya di kanal Nasional Tempo.co.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.