Jaga Persatuan, AHY Ajak Biasakan Ucapkan Terima Kasih dan Maaf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono saat menyampaikan orasi kebudayaannya dalam acara Malam Budaya Manusia Bintang 2017 di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta, 29 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Agus Harimurti Yudhoyono saat menyampaikan orasi kebudayaannya dalam acara Malam Budaya Manusia Bintang 2017 di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta, 29 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong agar masyarakat Indonesia membiasakan mengucapkan terima kasih dan maaf dalam interaksi sosialnya.

    Lewat dua perkataan sederhana ini, ia yakin keharmonisan dan kepercayaan di kalangan masyarakat yang majemuk dapat terjaga.
     
    "Terima kasih dan maaf jadi perekat kita dalam keseharian," katanya dalam pidato kebudayaannya di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta, Sabtu, 29 Juli 2017.

    Baca : AHY Bicara Tentang Penguatan Kerja Sama Antar-Negara Asia Pasifik

    Persatuan di kalangan masyarakat, kata AHY, saat ini tengah diuji. Akibat pemilihan gubernur DKI Jakarta, masyarakat Indonesia seolah terpecah belah.
     
    Guna memperbaikinya, ia mengajak masyarakat untuk memegang teguh prinsip saling menghormati.

    "Bila ingin dihormati, maka terlebih dahulu harus menghormati orang lain dengan baik tanpa pandang siapa dia dan apa asal-usulnya," kata putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini. 
     
    Menurut AHY, masyarakat yang dewasa seharusnya belajar dari anak kecil yang mengucapkan terima kasih bila mendapat bantuan. "Anak kita ajarkan, tapi terkadang kita yang dewasa lupa mengucapkannya," ujar mantan calon gubernur DKI Jakarta ini. 

    Simak juga : JCI Indonesia Jagokan AHY Sebagai Figur Perdamaian

    Begitu pula sebaliknya, bila seseorang melakukan suatu kesalahan maka segeralah meminta maaf dengan tulus. "Karena kita hidup dalam kebersamaan," tuturnya.
     
    Menurut AHY, sudah takdir bangsa Indonesia hidup dalam keberagaman. Aneka perbedaan ini di satu sisi menjadi sumber komplikasi dalam kehidupan. "Di sisi lain bila bisa dikelola dengan baik maka kemajemukan jadi kekuatan yang dahsyat," ucapnya. 
     
    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.