Asyik, Ada Puluhan Minibus Angkutan Pelajar Gratis di Banyuwangi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkotan kota gratis yang disediakan oleh Pemkot Mojokerto untuk menekan angka kecelakaan pelajar. TEMPO/Ishomuddin

    Angkotan kota gratis yang disediakan oleh Pemkot Mojokerto untuk menekan angka kecelakaan pelajar. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan soft launching angkutan gratis bagi para pelajar. "Fasilitas ini diharapkan bisa membantu memudahkan pelajar saat akan berangkat dan pulang sekolah," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Sabtu, 29 Juli 2017.

    "Selain memudahkan pelajar, kami juga ingin mengurangi kepadatan di jalan saat jam berangkat dan pulang sekolah," kata dia. Adanya angkutan pelajar ini untuk menekan jumlah pelajar usia SMA yang menggunakan motor.

    Baca : Pemerintah Pasang AC Gratis untuk 40 Angkot di Jabodetabek

    "Otomatis ini juga bisa mengurangi angka kecelakaan lalu-lintas," ujar Anas di Terminal Brawijaya. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang bersamaan dengan kunjungan kerjanya ke Banyuwangi juga tampak dalam soft launcing tersebut.
     
    Angkutan pelajar ini tidak dibatasi untuk kalangan pelajar tertentu. Semua pelajar mulai TK bahkan yang sudah kuliah boleh memanfaatkannya.

    "Sekarang kita masih trial and error. Pasti nanti ada masukan-masukan dari masyarakat untuk penyempurnaan," katanya. Anas juga mengatakan fasilitas ini juga bisa membantu orang tua mengurangi pengeluaran untuk transportasi anaknya ke sekolah. 
     
    "Jadi bisa lebih hemat, karena tinggal naik dan gratis. Juga lebih aman, orang tua tidak perlu was-was saat anaknya berangkat dan pulang sekolah," kata dia.

    Manfaat lain angkutan gratis ini adalah para pelajar bisa memanfaatkan waktu saat berangkat dan pulang sekolah dengan membaca buku di angkutan gratis tersebut. "Misalnya perjalanan 30 menit, di dalam angkutan bisa membaca. Bisa juga berinteraksi dengan teman yang dari sekolah lain. Jadi manfaat tambah ilmu dan bisa guyub sesama pelajar," ujar Anas dalam rilisnya.
    Simak juga : Depok Rancang Sistem Angkot Daring

    Kepala Dinas Perhubungan Kusiyadi mengatakan untuk angkutan pelajar, ada 32 armada yang akan beroperasi setiap hari efektif dengan 10 trayek berbeda.

    “Kami memberdayakan angkutan umum yang memang melalui rute ke sekolah-sekolah,” tutur Kusiyadi, Sabtu, 29 Juli 2017. Untuk membedakan dari angkutan umum yang lain, angkutan pelajar ditandai dengan tulisan besar “Angkutan Pelajar Gratis” di bagian depan, sehingga mudah dikenali siswa."
     
    “Angkutan pelajar melayani antar-jemput siswa ke sekolah. Pagi hari, beroperasi mulai pukul 06.00 WIB. Sedangkan siangnya pukul 12.30 WIB atau berdasarkan situasi,” demikian Kusiyadi soal operasi angkot khusus ini.
     
    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.