Karnaval Keberagaman Purwakarta Wujud Nyata Kebhinekaan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pancasila buat orang Sunda termasuk di Purwakarta, bukan cuma sekadar dihafal, tetapi sudah diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Pancasila buat orang Sunda termasuk di Purwakarta, bukan cuma sekadar dihafal, tetapi sudah diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari.

    INFO PURWAKARTA - Kata Kang Dedi, dalam soal toleransi, orang Sunda sangat menghormati hak-hak dasar keagamaan, keyakinan kultural, tradisi dan kebudayaan antar suku, musyawarah mufakat termasuk soal gotong-royong. 

    Karnaval Keberagaman digelar di Kota Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat malam, 28 Juli 2017 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Purwakarta ke-184 dan Kabupaten Purwakarta ke-46. Acara ini berlangsung meriah, megah, dan syarat emosi kebhinekaan.

    Karnaval Keberagaman ini diikuti oleh perwakilan semua pemeluk agama baik Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Khong Hu Chu, termasuk di dalamnya pemeluk keyakinan kultural, dengan mengenakan pakaian khas dan juga menampilkan kesenian khas masing-masing.

    Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan tema yang diusung dalam karnaval kali ini adalah Sunda Spirit Pancasila. "Karena, Pancasila buat orang Sunda termasuk di Purwakarta, bukan cuma sekadar dihafal, tetapi sudah diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

    Terutama dalam hal toleransi, orang Sunda sangat menghormati hak-hak dasar keagamaan, keyakinan kultural, tradisi dan kebudayaan antar suku, musyawarah mufakat, termasuk di dalamnya soal gotong-royong. Soal keberagaman, kata Kang Dedi, sapaan akrabnya, jika dikelola dengan baik akan melahirkan energi positif dalam melaksanakan program pembangunan di segala bidang. "Dan itu sudah ditunjukkan oleh pemerintah dan masyarakat Purwakarta," ucapnya.

    Menurut Kang Dedi, Karnaval Keberagaman yang digelar di sepanjang jalan Sudirman-Singawinata dan berakhir di jalan Martadinata itu, merupalakan implementasi Sila Pertama dari Pancasila.

    Karnaval Keberagaman akan berlangsung setiap Jumat malam selama lima pekan. Tema Karnaval Keberagaman sesi kedua yakni Sila Kedua Berkemanusian, selanjutnya nilai-nilai Sila Ketiga Kebersatuan, Sila Keempat Kebermusyawaratan, dan terakhir Sila Kelima Berkeadilan.

    Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purwakarta K.H Jhon Dien mengatakan Karnaval Keberagaman yang digelar di daerahnya itu merupakan yang pertama di Indonesia. "Karnaval Keberagaman ini merupakan perwujudan dari sikap toleransi, kebersamaan dan kekuatan sinergitas antar umat beragama, suku, dan antar golongan yang telah membumi di Purwakarta," ujar Jhon Dien.

    "Kami sangat mengapresiasinya," ujar Pendeta Gereja Katolik Salib Suci Purwakarta Paulinus Widjaya. "Semangat toleransi harus terus dikedepankan, agar kedamaian tetap terpelihara di bumi Purwakarta," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.