Wiranto Gelar Pertemuan Bilateral 6 Negara Bahas Terorisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Wiranto menjawab pertanyaan awak media usai menggelar pertemuan tertutup dengan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Jose Maria Matres Manso, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, 21 Juni 2017.  TEMPO/Imam Sukamto

    Menko Polhukam Wiranto menjawab pertanyaan awak media usai menggelar pertemuan tertutup dengan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Jose Maria Matres Manso, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, 21 Juni 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan kementeriannya akan menggelar pertemuan bilateral bersama lima negara lain untuk membahas isu terorisme, di Manado, Sulawesi Utara, pada Sabtu, 29 Juli 2017. Sehari sebelum pertemuan bertema Bilateral Sub Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism itu, pertemuan awalan bersama tiga negara dilakukan.
     
    "Sore ini kita melakukan satu pertemuan pendahuluan, pertemuan bilateral dengan tiga negara, Australia, New Zealand, Filipina. Jadi pertemuan ini belum masuk ke pertemuan besok, formalnya besok, kita akan melaksanakan pertemuan intens dari 6 negara besok," ujar Wiranto, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 28 Juli 2017.
     
    Pertemuan Sabtu akan diikuti oleh enam negara, yakni Indonesia, Australia, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Selandia Baru. Pada pertemuan awal hari ini, bahan-bahan untuk materi rapat dikompilasi. Pembahasannya pun tidak terlepas dari masalah bagaimana menghadapi terorisme yang sekarang berkembang di wilayah Marawi, Filipina Selatan, dengan berbagai perkembangannya. 
     
    “Pertemuan dengan pihak Filipina kita meminta penjelasan yang agak detil mengenai perkembangan aksi terorisme atau percobaan usaha untuk membangun basis baru ISIS di Filipina Selatan," ujar Wiranto. 
     
    Dari Selandia Baru, Wiranto mengharapkan adanya  masukan-masukan yang positif untuk digunakan dalam pertemuan tersebut. Negara itu selama ini dikenal intens dan kuat dalam melawan terorisme.
     
    Sementara itu, Jaksa Agung Australia, Senator George Brandis mengatakan pertemuan ini sangat penting untuk mengkoordinasikan respons terhadap ancaman teror yang ada di seluruh kawasan. Untuk itu, Australia bersama dengan lima negara lainnya akan fokus untuk memperkuat keamanan, koordinasi dan pertukaran pikiran. 
     
    “ISIL (ISIS) telah mendeklarasikan keinginan untuk mendirikan negara khilafah regional dan situasi yang berkembang sekarang di bagian selatan Filipina merupakan kekhawatiran yang besar. Inilah sebabnya mengapa pemerintah Australia bersama-sama memimpin pertemuan penting ini dengan Indonesia, dimana termasuk juga para menteri serta pejabat senior untuk keamanan nasional di Filipina, Malaysia, Brunei dan New Zealand,” kata George.  
     
    Bilateral Sub Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism ini akan dilaksanakan pada 29 Juli 2017. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut salah satu hasil dalam joint statement pada International Meeting on Counter Terrorism di Bali pada 9 Agustus 2016. Wiranto mengatakan tujuan dari pertemuan ini untuk memperkuat kerjasama secara lebih fokus dan practikal-implementatif dengan negara-negara di sub kawasan dalam rangka merespon perkembangan terakhir masalah-masalah keamanan di sub kawasan (laut Sulu dan laut Sulawesi).  
     
    Selain Wiranto, hadir dalam pertemuan tersebut Penasihat Dewan Keamanan Nasional Filipina, Gen Hermogenes C. Esperon, Menteri Luar Negeri New Zealand, Gerry Brownlee, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius, dan perwakilan dari delegasi.
     

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga