Pilgub Jawa Barat, Netty Heryawan Ikhlas Gagal Seleksi Cagub PKS

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Istri Gubernur Jabar, Netty Heryawan bersama Pakar Batu Mulia, Sujatmiko dan Kadis Perindag Jabar, Ferry Sofwan Arif menunjukan kalung batu akik yang dijadikan Cedramata untuk para delegasi KAA di Bandung, Jawa Barat, 22 Apri 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Bandung - Istri Gubernur Jawa Barat, Netty Heryawan mengatakan, menghormati keputusan Partai Keadilan Sejahtera yang memilih Ahmad Syaikhu ketimbang dirinya sebagai kandidat partai yang digadang-gadang bersanding dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub Jabar) 2018 nanti.

“Saya sih menghormati keputusan apapun, karena PKS partai kader, kita hormati keputusan partai yang disampaikan Presiden PKS Pak Sohibul Iman. Saya menghormati apapun keputusannya,” kata dia di Bandung, Jumat 28 Juli 20187.

Baca : Pilgub Jabar, Istri Aher Jawab Isu Diduetkan dengan Deddy Mizwar
 
Netty mengaku, sejak awal namanya muncul dalam kandidat calon yang di usung PKS, dirinya menyerahan keputusan itu pada partai. “Dari awal sudah saya tegaskan sebagai kader, dicalonkan atau tidak, tetap Alhamdulillah. Dicalonkan Alhamdulillah, tidak dicalonkan Alhamdulillah,” kata dia.   
 
Menurut Netty, dirinya belum mendapat pemberitahuan resmi soal keputusan partainya tersebut. “Mungkin mekanisme yang ditempuh seperti itu. Yang jelas saya masih memegang teguh jawaban saya, apapun itu Alhamdulillah,” kata dia. 
 
Netty mengatakan, dalam pemilihan gubernur tidak akan mengambil kesempatan mengikuti penjaringan lewat partai lain. “Saya kan kader. Jadi bagaimanapun saya akan mengitui apa yang menjadi keputusan partai. Masa gara-gara gak diputuskan, terus saya langsung pundung, mau pindah rumah. Itu namanya pundung,” kata dia. 
 
Dia mengaku, keputusan partainya itu tidak mengganggu kelaurganya. “Saya di rumah, membuat relasi yang santai, egaliter, termasuk hal-hal yang seharusnya kita dapat tapi ternyata nggak, gak ada masalah. Saya yakin itu ada hikmahnya,” kata Netty. 
 
Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung Deddy "Naga Bonar" Mizwar untuk dipasangkan dengan Ahmad Syaikhu pada Pilkada Jawa Barat 2018.

Simak pula : Pilkada Jabar: PKS Usung Deddy Mizwar & Ahmad Syaikhu?

"Iya betul, sudah diputuskan demikian oleh para pimpinan partai-partai di pusat (PKS dan Gerindra)," kata Sekretaris Umum DPW PKS Jawa Barat, Abdul Wijaya, saat dihubungi melalui telepon, Selasa 25 Juli 2017.
 
Menurut dia, pengusungan Mizwar dan Syaikhu di Pilkada Jawa Barat sudah berdasarkan kesepakatan yang dibuat DPP PKS bersama partai koalisi, DPP Partai Gerindra. "Kami di DPW tunggu pernyataan bersama dari DPP PKS dan Gerindra," kata Abdul Wijaya soal Pilgub Jawa Barat mendatang.
 

AHMAD FIKRI






Anies Baswedan Bersiap Hadapi Urusan Berikutnya usai Lengser dari Balai Kota

47 hari lalu

Anies Baswedan Bersiap Hadapi Urusan Berikutnya usai Lengser dari Balai Kota

"Kalau sudah selesai satu urusan, kita bersiap dengan urusan yang berikutnya," kata Anies Baswedan sambil mengutip Surat Al-Insyirah ayat 7


Jabatannya Habis Oktober 2022, Anies Baswedan: Insya Allah Tetap Ada di Jakarta

47 hari lalu

Jabatannya Habis Oktober 2022, Anies Baswedan: Insya Allah Tetap Ada di Jakarta

Anies Baswedan mengatakan meski tugasnya sebagai gubernur DKI Jakarta selesai Oktober mendatang ia tidak akan meninggalkan Jakarta


Anies Baswedan: Selesai Oktober Istirahat Dulu Baru Kerja Lagi yang Berikutnya

47 hari lalu

Anies Baswedan: Selesai Oktober Istirahat Dulu Baru Kerja Lagi yang Berikutnya

"Setelah selesai Oktober tuntas di Jakarta, besoknya ke mana habis itu?" tanya Anies Baswedan yang dijawab kader PKS dengan teriakan 'Presiden'.


Anies Baswedan Hadiri Acara Jalan Sehat PKS, Sorakan Presiden Menggema

47 hari lalu

Anies Baswedan Hadiri Acara Jalan Sehat PKS, Sorakan Presiden Menggema

PKS bakal memilih calon presiden dan wakil presiden yang memiliki karakter nasionalis-religius. Anies Baswedan masuk daftar


Anies Baswedan Ubah Rumah Sakit Jadi Rumah Sehat, PKS: Puskesmas Bukan Pusat Kesakitan Masyarakat

5 Agustus 2022

Anies Baswedan Ubah Rumah Sakit Jadi Rumah Sehat, PKS: Puskesmas Bukan Pusat Kesakitan Masyarakat

PKS memuji Anies Baswedan yang mengubah nama rumah sakit jadi rumah sehat dengan mengatakan Puskesmas bukan Pusat Kesakitan Masyarakat.


Anies Baswedan Jelaskan Jamkrida Minta Naik Modal dari Rp 400 Miliar Jadi Rp 1,6 Triliun, Puji PKS

3 Agustus 2022

Anies Baswedan Jelaskan Jamkrida Minta Naik Modal dari Rp 400 Miliar Jadi Rp 1,6 Triliun, Puji PKS

Anies Baswedan menjawab pertanyaan perihal peningkatan modal dasar yang diajukan PT Jamkrida dari Rp 400 miliar menjadi Rp 1,6 triliun.


PKS Gugat Presidential Threshold ke MK, Muzammil: Kami Beda dengan Belasan Gugatan Sebelumnya

27 Juli 2022

PKS Gugat Presidential Threshold ke MK, Muzammil: Kami Beda dengan Belasan Gugatan Sebelumnya

PKS buka suara soal dasar gugatan Presidential Threshold (PT) 20 persen ke Mahkamah Konstitusi (MK).


PKS Sambut Positif Ide Memasukkan Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi ke Provinsi Jakarta

13 Juli 2022

PKS Sambut Positif Ide Memasukkan Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi ke Provinsi Jakarta

PKS DPRD DKI Jakarta menilai positif usulan memasukkan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi ke Jakarta Raya sesuai yang didengungkan Wali Kota Depok.


PKS Pastikan Rapimnas Besok Bahas Capres dan Koalisi

19 Juni 2022

PKS Pastikan Rapimnas Besok Bahas Capres dan Koalisi

Rapimnas PKS akan mengeluarkan rekomendasi calon presiden dan koalisi untuk kemudian diputuskan oleh Majelis Syuro.


Sekjen PKS: Bersabarlah Pak Anies

29 Mei 2022

Sekjen PKS: Bersabarlah Pak Anies

"Pak Muhaimin kalau dilamar jangan kaget-kaget, Pak Anies, Pak Sandi (Sandiaga Uno), atau siapa pun. Moga-moga ada jodoh," kata Sekjen PKS