Badai Landa Puncak Semeru, Pendaki Berhamburan Turun ke Kalimati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pendaki mendaki Gunung Semeru dengan latar Gunung Bromo di Gunung Semeru, Malang, Jawa Timur, Minggu (31/7). Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di pulau Jawa dan menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pendaki gunung baik dalam negeri maupun mancanegara. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Sejumlah pendaki mendaki Gunung Semeru dengan latar Gunung Bromo di Gunung Semeru, Malang, Jawa Timur, Minggu (31/7). Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di pulau Jawa dan menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pendaki gunung baik dalam negeri maupun mancanegara. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.COLumajang - Hujan badai dan angin yang melanda jalur pendakian di puncak Mahameru, Kamis kemarin, 27 Juli 2017, membuat sejumlah pendaki berhamburan turun ke Kalimati. Beberapa pendaki Gunung Semeru kemudian melaporkan seorang anggota rombongan belum diketahui keberadaannya hingga Jumat siang ini, 28 Juli 2017.
     
    Informasi yang diperoleh Tempo menyebutkan rombongan pendaki yang berjumlah tujuh orang berangkat melakukan pendakian dari Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Selasa, 25 Juli 2017. Pada Kamis dinihari, mereka diduga melakukan perjalanan ke puncak Mahameru dari Pos Kalimati. Di tengah perjalanan menuju puncak, terjadi badai. 
     
    Dari tujuh pendaki tersebut, tiga orang di antaranya melanjutkan pendakian ke puncak Mahameru. Informasi terakhir kemudian menyebutkan satu dari tiga orang itu tidak diketahui keberadaannya. Akhirnya, empat pendaki turun ke Ranupani untuk melaporkan satu anggotanya yang diperkirakan hilang. Sementara dua pendaki lainnya menunggu di Pos Kalimati.
     
    Otoritas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru belum bisa dikonfirmasi ihwal seorang pendaki yang keberadaannya belum diketahui itu. Sementara itu, terdapat kesimpangsiuran data dan informasi yang beredar di lapangan. Ada informasi yang menyebutkan ada tiga pendaki yang belum diketahui keberadaannya hingga saat ini. Informasi lain menyebutkan satu pendaki saja yang belum diketahui keberadaannya.
     
    Saat ini tim advance dari taman nasional masih berupaya memastikan informasi di lapangan dengan terjun langsung. Kepala Kepolisian Sektor Senduro Ajun Komisaris Jaman saat dihubungi Tempo tidak bisa memastikan pendaki yang terkena badai dalam perjalanan ke puncak Mahameru itu hilang atau tersesat.
     
    "Saya belum bisa memastikan apakah hilang atau tersesat," kata Jaman saat dihubungi Tempo, Jumat siang ini. 

    Menurut Jaman, rombongan pendaki ini mulai melakukan pendakian pada Selasa lalu. Pihak taman nasional masih menunggu kabar hingga Jumat malam pukul 19.00 WIB karena diperkirakan pendaki turun pada saat itu. "Jika malam ini pendaki tersebut belum turun, kemungkinan akan dilakukan open SAR," ujar Jaman.
     
    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.