Begini Modus Pencuri TransJakarta Mengelabuhi Security Garasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • dok. TEMPO/Zulkarnain

    dok. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Pekalongan - Pencuri Bus Transjakarta, Sentot Setiyadi, 46 tahun berhasil mengelabuhi petugas keamanan garasi sebelum membawanya kabur. Pelaku beralasan bus tersebut untuk menjemput anak sekolah.

    "Tapi alasan itu tidak masuk akal, masak menjemput anak sekolah jauh sekali sampai Pekalongan," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Pekalongan Ajun Komisaris Agung Ariyanto, Kamis 27 Juli 2017.

    Baca: Bus Transjakarta Dicuri ke Pekalongan, Djarot: Nekat Banget  

    Berdasarkan keterangan pelaku, aksi pencurian itu terjadi pada Selasa, 25 Juli 2017. Saat itu, pelaku mengambil bus milik PT. Mayasari Bakti itu di Pool atau Garasi Cijantung, Jakarta Timur.

    Perusahaan operator bus, PT. Mayasari Bakti kemudian melaporkan pencurian tersebut ke Polres Pekalongan lewat Polsek Ciracas. Hal itu berdasarkan pelacakan GPS yang menunjukkan bus tersebut berada di wilayah Pekalongan.

    "Kami juga mendapat informasi dari Polsek Ciracas, ada yang laporan ke sana," kata Agung.

    Baca: Bus Transjakarta Dicuri, Pelaku Isi Bensin Tak Bayar

    Tak hanya itu, ada informasi bahwa terdapat bus TransJakarta yang mencurigakan di SPBU Bondansari. "Menurut informasi yang diterima, sopir bus itu melaju dari arah barat ke timur. Saat itu, sopir tidak membayar saat mengisi solar seharga Rp 300 ribu di SBPU tersebut dan langsung kabur," kata Agung,

    Mendapat laporan itu, polisi lalu melakukan pengejaran di Jalur Pantura. Di dekat Jembatan Sipait tepatnya di Desa Rembun, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, polisi berhasil menangkap Sentot yang diketahui merupakan sopir bus Transjakarta bernomor polisi B-7450-TGC pada Rabu malam, 26 Juli 2017.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?