Prahara di Universitas Surya, Ini Temuan Kementerian Pendidikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rektor Surya University Prof. Yohanes Surya, Ph.D dalam acara saling mengenal dengan civitas academica dan update perkembangan Surya University di Kampus Surya University, Tangerang, Banten, 14 Februari 2015. Dok.TEMPO/Sudaryono

    Rektor Surya University Prof. Yohanes Surya, Ph.D dalam acara saling mengenal dengan civitas academica dan update perkembangan Surya University di Kampus Surya University, Tangerang, Banten, 14 Februari 2015. Dok.TEMPO/Sudaryono

    TEMPO.CO, Jakarta - Universitas Surya milik ahli fisika ternama Profesor Yohanes Surya dirundung masalah. Sebagian mahasiswa dan banyak dosen meninggalkan kampus yang didirikan pada 2013 tersebut.

    Baca: Universitas Surya Terjerat Utang Rp 16 miliar

    Tim Kementerian Pendidikan Tinggi serta Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah IV pada 26 Mei 2017 lalu mengevaluasi kinerja akademik kampus tersebut. Tempo mendapatkan salinan berita acara evaluasi kinerja akademik kampus tersebut.

    Baca: Kisah Rektor Universitas Surya Ditinggal Dosen dan Mahasiswanya 

    Salah satu temuannya adalah tidak ada satu pun program studi di kampus tersebut yang jumlah dosennya memenuhi syarat. Minimal, dosen di setiap program studi berjumlah enam orang. "Data dosen yang dicantumkan di forlap Dikti juga tidak valid," tertulis dalam berita acara tersebut. Atas ketidakvalidan ini, Universitas Surya akan dikenakan sanksi administratif sedang.

    Tim Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kopertis Wilayah IV juga menemukan sejumlah dosen belum menerima pembayaran kekurangan gaji tahun 2014 dan 2015. Temuan ini sama dengan hasil wawancara Tempo dengan lebih dari 20 dosen dan mantan dosen Universitas Surya. Hampir semua dosen dan mantan dosen menyatakan Universitas Surya masih berutang sekitar Rp 200 juta-300 juta. Jumlah itu merupakan akumulasi kekurangan pembayaran gaji.

    Baca: Pahit-Getir Dosen Universitas Surya Bergaji Rp 30 Juta

    Berita acara itu juga menyebutkan kejanggalan pengelolaan Universitas Surya. Yaitu, Yohanes Surya merangkap jabatan sebagai pembina Yayasan Surya Institute sekaligus rektor kampus. Berdasarkan Undang-Undang Yayasan, pengurus dan pembina yayasan tak boleh menjadi pengurus di bidang usaha yang didirikan yayasan.

    Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kopertis juga mempersoalkan lokasi kampus yang tidak sesuai izin pendirian. Berdasarkan izin pendirian, Universitas Surya boleh menggelar kuliah selama dua tahun di Tangerang. Setelah itu, kampus harus dipindahkan ke Bogor.

    Baca: Begini Mimpi Yohanes Surya Mendirikan Universitas Surya

    Koordinator Kopertis IV, Profesor Dr. Usman Suherman yang ditemui pertengahan Juni lalu membenarkan lembaganya sudah menurunkan tim ke Universitas Surya. Usman membenarkan temuan tersebut. Kopertis juga sudah meminta keterangan dari Profesor Yohanes Surya. "Yang penting harus diselamatkan proses pembelajaran di sana," kata Usman.

    Yohanes Surya mengaku sudah menandatangani pakta integritas dengan Kopertis IV. Dia mengklaim akan segera menyelesaikan segala persoalan yang membelenggu kampusnya.

    TIM INVESTIGASI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.