Bupati Purwakarta Terus Awasi Gerakan HTI

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejauh ini, gerakan yang dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia di Purwakarta baru sekadar melakukan dakwah di kalangan pelajar SMA dan satu perguruan tinggi.

    Sejauh ini, gerakan yang dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia di Purwakarta baru sekadar melakukan dakwah di kalangan pelajar SMA dan satu perguruan tinggi.

    INFO PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan pihaknya akan terus mengawasi gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) setelah dibubarkan pemerintah. "Pengawasan terhadap HTI pasti kami tingkatkan," ujar Kang Dedi, sapaan akrabnya, Rabu, 26 Juli 2017.

    Sejauh ini, Kang Dedi tidak pernah melarang kegiatan HTI, terutama yang bernapas dakwah Islamiyah. “Namun, kalau sudah meyentuh ideologi negara, pasti dilarang,” katanya.

    Menurut dia, gerakan HTI di daerahnya tidak terlalu mengkhawatirkan. Sebab, pimpinan HTI di Purwakarta kebetulan berstatus aparatur sipil negera (ASN). “Sehingga, kalau ada gerakan apa pun, tinggal menegur pimpinannya saja,” ucapnya.

    Ihwal sanksi kepada yang bersangkutan karena masih berstatus ASN, Kang Dedi mengaku masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan teknis ketika perpu sudah diberlakukan. "Soal sanksi, kita tunggu pemberlakukan perpunya," tuturnya.

    Kang Dedi mengungkapkan, sejauh ini, gerakan yang dilakukan HTI di Purwakarta baru sekadar melakukan dakwah di kalangan pelajar SMA dan satu perguruan tinggi. Namun pihaknya tidak dalam kapasitas melarang. Sebab, kewenangan pelarangan itu ada di kepolisian. "Karena kan yang mengeluarkan pun pihak kepolisian," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.