Baca Pleidoi, Saipul Jamil Sebut Rohadi telah Menipunya

Reporter

Saipul Jamil berbicara dihadapan wartawan sesaat sebelum sidang dimulai. Pengadilan Tipikor, Jakarta, 26 Juli 2017. TEMPO/Maria Fransisca.

TEMPO.CO, Jakarta - Pedangdut Saipul Jamil membaca sendiri surat pembelaan dirinya di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 26 Juli 2017. Mantan suami Dewi Perssik itu didakwa telah menyuap hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara Ifa Sudewi melalui perantara panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi.

Saipul mengatakan Rohadi hanyalah seorang pegawai negeri sipil biasa. Dia bukan penyelenggara negara dan bukan hakim yang berwenang mengadili perkara cabul yang menjeratnya beberapa waktu lalu.

Baca: Suap Hakim, Saipul Jamil Dituntut 4 Tahun Penjara

"Uang untuk hakim telah terbukti, bahwa Rohadi tidak pernah memberikan kepada siapa pun," ujar Saipul di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 26 Juli 2017.

Saipul mengatakan Rohadi telah menipunya serta tim kuasa hukumnya dengan mengatakan bisa membantu penanganan perkara. "Berdasarkan hal itu tidak ada satu pun bukti saya melakukan penyuapan terhadap Rohadi," katanya.

Selain itu, Saipul mengatakan uang yang ia berikan kepada Samsul Hidayatullah, kakak sekaligus manajernya, sudah bukan menjadi kewenangannya. Ia memberikan uang itu kepada kakaknya karena sang kakak mengaku sudah tak punya uang lagi.

"Samsul mengatakan kondisi keuangannya sudah menipis. Lalu dia minta uang simpanan yang ada di saya Rp 500 juta. Makanya saya beri surat kuasa," kata Saipul.

Baca juga: Sidang Saiful Jamil, Rohadi Akui Dilarang Seret Nama Hakim

Saipul mengatakan uang yang berada di rekening itu merupakan upahnya sebagai pekerja seni. Uang itu dikelolanya bersama Samsul.

Ia pun menegaskan tak pernah meminta kakaknya untuk menyuap hakim. Bahkan, sebelum putusan Saipul mengaku, dirinya sempat menolak memberikan uang kepada hakim agar hukumannya diringankan. "Saya memutuskan menolak permintaan Samsul menjelang sidang putusan," kata Saipul.

Saipul pun meminta majelis hakim agar membebaskannya dari segala tuntutan jaksa. "Betapa tidak adilnya saya dihukum karena penipuan Rohadi. Betapa kejamnya saya dihukum karena bukan kesalahan saya," katanya.

Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi meminta majelis hakim memvonis terdakwa suap Saipul Jamil dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta dengan subsider 6 bulan kurungan. Jaksa menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Jaksa menilai perbuatan terdakwa Saipul Jamil memberikan uang telah terwujud dengan sempurna dan telah terbukti menyuap majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara melalui penitera pengganti Rohadi sebesar Rp 250 juta. Suap itu dilakukan bersama-sama dengan kakak kandungnya, Samsul Hidayatullah, dan dua pengacaranya, Kasman Sangaji serta Bertha Natalia Kariman.

MAYA AYU PUSPITASARI






KPK Sayangkan Kasus Formula E Diseret ke Kepentingan Politik

1 jam lalu

KPK Sayangkan Kasus Formula E Diseret ke Kepentingan Politik

KPK menyayangkan kasus Formula E diseret ke masalah politik. Saat ini KPK masih mengumpulkan informasi termasuk dengan memanggil Anies Baswedan.


Jelang Deklarasi Capres Partai NasDem, Anies Baswedan Terlihat Hadir

2 jam lalu

Jelang Deklarasi Capres Partai NasDem, Anies Baswedan Terlihat Hadir

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terlihat hadir jelang acara deklarasi Capres oleh Partai NasDem yang digelar hari ini, Senin, 3 Oktober 2022.


Kasus Formula E, KPK: Penanganan Perkara Tak Bisa Diatur Pihak Tertentu

2 jam lalu

Kasus Formula E, KPK: Penanganan Perkara Tak Bisa Diatur Pihak Tertentu

KPK menyatakan penanganan perkara lembaganya tak bisa diatur oleh pihak-pihak tertentu dalam kaitan tudingan memaksakan kasus Formula E ke penyidikan


Isu Kriminalisasi Anies Baswedan, KPK: Tuduhan Kontraproduktif

3 jam lalu

Isu Kriminalisasi Anies Baswedan, KPK: Tuduhan Kontraproduktif

KPK menyatakan kasus Formula E dengan salah satu terperiksa Anies Baswedan masih di tahap penyelidikan.


Kasus Formula E, Relawan Anies Minta KPK Tidak Jadi Alat Politik

3 jam lalu

Kasus Formula E, Relawan Anies Minta KPK Tidak Jadi Alat Politik

Relawan Anies Baswedan yang tergabung dalam Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) meminta KPK tidak menjadi alat politik menjelang Pemilu 2024.


Partai NasDem Umumkan Anies Baswedan Capres Hari Ini

4 jam lalu

Partai NasDem Umumkan Anies Baswedan Capres Hari Ini

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, bakal mengumumkan Anies Baswedan sebagai capres yang diusung partainya hari ini, Senin, 3 Oktober 2022.


Belum Diusung Parpol, Anies Dideklarasikan Sebagai Capres oleh Majelis Warga

6 jam lalu

Belum Diusung Parpol, Anies Dideklarasikan Sebagai Capres oleh Majelis Warga

Majelis Warga mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres pilihan rakyat pada Minggu 2 Oktober 2022. Deklarasi ini diikuti oleh 57 perwakilan


5 Fakta Kasus Ferdy Sambo Cs: P21, Ferdi Diansyah, dan Konsorsium 303

1 hari lalu

5 Fakta Kasus Ferdy Sambo Cs: P21, Ferdi Diansyah, dan Konsorsium 303

Pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo Cs menambahkan beberapa kasus P21, Ferdy Diansyah, dan konsorsium 303.


Firli Bahuri Desak Kasus Formula E Naik ke Penyidikan, Anies Baswedan Hanya Tersenyum

1 hari lalu

Firli Bahuri Desak Kasus Formula E Naik ke Penyidikan, Anies Baswedan Hanya Tersenyum

Keinginan Firli untuk menjadikan Anies Baswedan sebagai tersangka ini diduga berhubungan dengan isu Pilpres 2024.


Setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Insitute dan AJI Jakarta Luncurkan Buku Kisah Pegawai KPK Korban TWK

1 hari lalu

Setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Insitute dan AJI Jakarta Luncurkan Buku Kisah Pegawai KPK Korban TWK

Peringatan setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Institute dan AJI Jakarta meluncurkan Buku "Perlawanan Sehormat-hormatnya". Siapa saja yang hadir?