HTI Mengadu ke Komnas HAM, GP Ansor ke Makam Wali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Illustrasi demonstrasi menuntut pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). ANTARA/Agus Bebeng

    Illustrasi demonstrasi menuntut pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO.CO, KEDIRI - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama Kabupaten Kediri, Jawa Timur, merespons langkah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang mengadu ke Komnas HAM. HTI dinilai tak konsisten dengan perjuangannya jika masih meminta bantuan negara.

    Ketua GP Ansor Kabupaten Kediri Munasir Huda mengatakan langkah HTI yang mengadu kepada Komnas HAM atas dugaan pelanggaran HAM terkait terbitnya Perpu Ormas atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang  Nomor 2 Tahun 2017 tentang perubahan UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan adalah sikap tak konsisten.

    “Kalau mereka sudah tak mengakui sistem pemerintahan di negeri ini, dan ingin mendirikan negara sendiri, buat apa masih menggunakan sistem (Komnas HAM) kita,” ujar Munasir Huda kepada Tempo, Selasa 25 Juli 2017.

    BACA: Pemerintah Telisik Pejabat Negara yang Berafiliasi dengan HTI

    Huda berharap pengaduan tersebut tak menggoyahkan sikap pemerintah untuk tetap membubarkan HTI. Menurut Huda, kader HTI di daerah tak menunjukkan itikad untuk kembali pada ajaran Islam yang benar.

    Huda merencanakan akan melakukan gerakan tandingan dengan mengajak anggota Ansor Kediri berziarah ke makam wali. Dengan mengadu kepada para sesepuh agama Islam, diharapkan Ansor memiliki kekuatan untuk membendung HTI. “Kami akan berdoa ke makam-makam wali untuk melawan HTI,”katanya.

    BACA: Menteri M Nasir Akan Buka-bukaan Soal Dosen Terafiliasi HTI Rabu

    Selain berdoa di makam wali, Huda akan menggunakan kegiatan ziarah itu sebagai konsolidasi kader Ansor di berbagai daerah. Perubahan strategi HTI dalam berdakwah dan menggalang pengikut, menurut Huda, harus mendapat perhatian. “Mereka mengaku sebagai Islam netral, tak menggunakan NU atau Muhammadiyah,” kata Huda.

    HTI bersama beberapa ormas lain mendatangi kantor Komnas HAM di Jakarta. Mereka melapor adanya dugaan pelanggaran HAM terkait terbitnya Perpu Ormas. Usai mengadu ke Komnas HAM, HTI juga menggugat perpu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Perpu Ormas itu diteken Presiden Joko Widodo.

    HARI TRI WASONO


  • HTI
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.