Evakuasi Kapal Tenggelam di Tarakan, 41 Selamat, 10 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses evakuasi Speedboat Reguler SB Rejeki Baru Kharisma yang terbalik dalam perjalanan Tarakan menuju Tanjung Selor, Kalimantan Utara, 25 Juli 2017. Dok. Basarnas Balikpapan

    Proses evakuasi Speedboat Reguler SB Rejeki Baru Kharisma yang terbalik dalam perjalanan Tarakan menuju Tanjung Selor, Kalimantan Utara, 25 Juli 2017. Dok. Basarnas Balikpapan

    TEMPO.CO, Balikpapan - Perahu kapal cepat SB Rezeki Baru Kharisma rute Tarakan – Tanjung Selor, Kalimantan Utara mengalami peristiwa naas selepas berlayar dari Pelabuhan Tengkayu, Selasa, 24 Juli 2017, pukul 09.40 Wita. Kapal bertipe long boat dengan 55 penumpang ini terbalik hanya 200 meter dari bibir Pelabuhan Tengkayu Tarakan. Sepuluh penumpang tewas dan empat lainnya hilang.

    “Kapal baru saja berangkat berlayar dengan tujuan Tanjung Selor membawa 55 penumpang. Sekitar 10 menit kemudian tenggelam di perairan Tarakan,” kata Kepala SAR Balikpapan, Kalimantan Timur, Mujiono saat dihubungi.

    Proses evakuasi penyelamatan langsung dilakukan tim SAR laut terdiri Basarnas Tarakan, Speed Sea Raider TNI AL, Pol Air Tarakan, KPLP Tarakan, Kal 07, Speed Mamburungan dan masyarakat setempat.

    Selama proses evakuasi ini, SAR mampu menyelamatkan 41 jiwa penumpang beserta kru kapal SB Rezeki Baru Kharisma. “Operasi sejak pagi hingga sore berhasil menyelamatkan 41 jiwa penumpang yang bertujuan ke Tanjung Selor,” kata Mujiono.

    Mujiono menyebutkan adanya 10 korban yang ditemukan tewas tenggelam. Para korban tewas teridentifikasi bernama Zulkifli, Nuraini, Luthfi bin Basir, Sinar, Marianto dan Evi Damayanti. Sisanya sebanyak 4 orang masih belum diidentifikasi.

    “Sisa korban ditemukan tanpa identitas sehingga kami sebut sebut Mr dan Mrs X. Ada pula korban bayi laki laki yang tidak ada identitasnya,” ungkapnya. Tim SAR masih belum menemukan empat penumpang.

    Sesuai keterangan para saksi korban selamat, Mujiono menyebutkan, juru mudi kapal mendadak panik beberapa saat setelah kapal melaju keluar dari Pelabuhan Tengkayu Tarakan. Motoris bernama Bongket ini seperti menghindari sesuatu dengan membanting arah kapal ke kanan dan ke kiri yang menyebabkan kapal berukuran panjang 13 meter ini terbalik.

    “Dia seperti menghindari sesuatu dengan membanting ke kanan dan kiri. Akhirnya kapal terbalik,” ujarnya.

    Mujiono memperkirakan, motoris berusaha menghindari batang kayu yang sering hanyut terbawa aliran laut di Tarakan. Saat ini cuaca dalam kondisi cerah dengan ketinggian ombak yang normal.

    “Cuaca dan ketinggian ombak juga normal sehingga tidak bisa membalikkan kapal,” tuturnya.

    Saat ini, Tim SAR Tarakan menghentikan sementara proses pencarian korban penumpang Kapal SB Rezeki Baru Kharisma. Pencarian para korban tenggelam akan dilanjutkan kembali esok hari.
     
    “Karena mungkin saja masih ada penumpang yang tidak tercatat di manifes kapal yakni 4 orang yang dinyatakan hilang. Tapi bisa saja dia naik kapal yang lain,” sebut Mujiono.

    Polres Tarakan Kalimantan Utara menindaklanjuti insiden naas ini dengan memeriksa motoris kapal, Bongket berikut anak buah kapal Muse. Polisi menelusuri adanya unsur kelalaian  yang berdampak jatuhnya  korban jiwa.

    “Motoris dan ABK nya masih kami periksa,” kata Kepala Polres Tarakan, Ajun Komisaris Besar Dearystone Michael Hence Royke.

    Dearystone enggan mengungkapkan perkembangan terbaru proses penyidikan pada para saksi ini. Dia hanya menegaskan, Polisi bertindak profesional dan transparan dalam mengungkap dugaan pelanggaran pelayaran manifise penumpang kapal SB Rezeki Baru Kharisma.

    “Pemeriksaan pada para saksi masih terus berlangsung, kami masih mengumpulkan fakta-fakta yang menyebabkan peristiwa kecelakaan ini. Status motoris dan ABK masih sebagai saksi,” katanya dan menambahkan pemeriksaan juga dilakukan terhadap para korban yang mengetahui detail peristiwa kecelakaan.

    Pangkalan Utama TNI AL Tarakan turut mengerahkan personilnya guna membantu proses pencarian empat korban dinyatakan hilang. Mereka menerjunkan lima sarana patroli kapal menelisik perairan laut di sekitar Pelabuhan Tengkayu Tarakan.

    “Kami mengerahkan kapal pencari dan mobil ambulance untuk membawa para korban,” kata Kadispen Lantamal XIII, Kapten (Laut) Ali Siwasiwan.

    Selain sarana kapal patroli, TNI AL menerjunkan para penyelamnya untuk menelusuri dalam perairan sekitar Pelabuhan Tengkayu. Ada kemungkinan korban yang terperangkap di kedalaman bebatuan dan sampah di sekitar pelabuhan.
     
    “Kami turut mencari berkoordinasi dengan tim SAR Tarakan. Pencarian akan dilanjutkan esok hari mengingat kondisi sudah tidak memungkinkan,” ujar Ali.

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.