Awas, Sekitar 400 Kg Sabu Terobos Kalimantan Barat sejak Januari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti hasil penangkapan tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DI Yogyakarta berupa narkoba jenis sabu-sabu diperlihatkan kepada awak media di Kantor BNNP DI Yogyakarta, 8 Februari 2017. TEMPO/Pius Erlagga

    Barang bukti hasil penangkapan tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DI Yogyakarta berupa narkoba jenis sabu-sabu diperlihatkan kepada awak media di Kantor BNNP DI Yogyakarta, 8 Februari 2017. TEMPO/Pius Erlagga

    TEMPO.COPontianak - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Barat Brigadir Jenderal Polisi Nasrullah memperkirakan sekitar 400 kilogram narkoba jenis sabu-sabu lolos dan masuk ke Kalimantan Barat pada Januari-Juli 2017.

    "Yang berhasil diungkap oleh kami bekerja sama dengan Polri, TNI, dan Bea Cukai di perbatasan sebanyak 100 kilogram sabu-sabu," kata Nasrullah di Pontianak, Selasa, 25 Juli 2017.

    Ia menjelaskan, penggagalan penyelundupan sekitar 100 kilogram sabu-sabu tersebut berarti hanya 20 persen, sedangkan sisanya, sekitar 80 persen atau 400 kilogram, lolos dan "dinikmati" oleh para pencandu narkoba.
    Baca: Jokowi Minta Pengedar Narkoba Ditembak, Ini Syaratnya

    "Tahun 2016 lalu hasil penangkapan di wilayah Kalimantan Barat 160 kilogram sabu-sabu, sedangkan tahun 2017 sampai Juli ini sudah menembus angka 100 kilogram sabu-sabu," tuturnya.

    Nasrullah mengatakan jumlah barang haram sekitar 400 kilogram sabu-sabu yang terlepas dari pantauannya tersebut didata dari pengakuan para tersangka yang berhasil ditangkap dan diproses hukum.

    Di tempat terpisah, Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Komisaris Besar Purnama Barus menyatakan pihaknya kembali akan memperketat wilayah perairan guna mencegah masuknya narkoba ke Kalimantan Barat.

    "Wilayah perairan Kalbar yang berbatasan langsung dengan batas negara lain sangat memungkinkan dimanfaatkan mafia narkoba jaringan internasional untuk memasukkan narkoba ke Kalbar, baik sebagai tujuan utama maupun sebagai daerah transit," kata Purnama, Selasa.
    Simak juga: Awas Flakka alias Narkoba Zombie, BNN: Sudah Masuk ke Indonesia

    Pengetatan tersebut dilakukan menyusul pengiriman narkoba jenis sabu-sabu sebanyak satu ton yang diungkap Polda Metro Jaya.

    "Kami akan terus meningkatkan penyelidikan di daerah perairan. Artinya, selama ini kita tidak memperhatikan jalur air itu, tapi ke depan, dengan terungkapnya pengiriman sabu-sabu seberat satu ton itu, jalur air akan lebih diperhatikan lagi," ucap Purnama. Selain itu, pihaknya akan mengintensifkan patroli narkoba di daerah perbatasan dengan melibatkan semua satuan kerja dan kepolisian perairan Polda Kalimantan Barat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?