Lantik Perwira Muda, Jokowi: Indonesia Berubah Oleh Generasi Y

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelum berangkat untuk kunjungan kenegaraan ke Turki dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 5 Juli 2017. Lawatan ini merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdogan ke Jakarta pada 2015. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelum berangkat untuk kunjungan kenegaraan ke Turki dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 5 Juli 2017. Lawatan ini merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdogan ke Jakarta pada 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta TNI dan Polri untuk terus mengantisipasi perubahan di masa depan. Sebab, tantangan yang dihadapi akan sangat berbeda dengan saat ini, terutama hadirnya Generasi Y.

    "Wajah Indonesia akan berubah nantinya dengan Generasi Y," kata Jokowi saat memberikan amanat dalam acara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri di Istana Merdeka, Selasa, 25 Juli 2017. 

    Menurut Jokowi, Generasi Y adalah generasi yang kreatif, inovatif, serta kebutuhan dan tuntutannya sangat berbeda dari generasi lalu. Kreativitas dan inovasi mereka akan mengubah cara kerja, misalnya di bidang pelayanan publik dan bisnis.

    Baca : Jokowi ke Perwira Muda TNI-Polri: Apa Masih Perlu Tank?

    "Karena itu TNI dan Polri harus dapat mengantisipasi perubahan tersebut dengan terus meningkatkan dan mengadaptasi standar pelayanan profesionalnya," kata Jokowi.

    Dalam acara Prasetya Perwira TNI dan Polri, Jokowi melantik 729 taruna dan taruni Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisian. Upacara pelantikan dihadiri antara lain Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan kepala staf angkatan. Acara juga dihadiri keluarga dari para taruna dan taruni.

    Praspa TNI-Polri merupakan upacara pelantikan para taruna dan taruni yang telah lulus pendidikan menjadi perwira pertama. Mereka mendapat pangkat Letnan Dua bagi lulusan Akademi Angkatan dan Inspektur Dua bagi lulusan Akademi Kepolisian.

    Simak : Pesan Presiden Jokowi kepada Generasi Y: Saya Pancasila

    Presiden juga menganugerahkan penghargaan Adhi Makayasa pada empat taruna/taruni terbaik. Penghargaan diberikan pada mereka yang secara seimbang mampu menunjukan prestasi terbaik di tiga aspek, yaitu akademis, jasmani, dan kepribadian.

    Pada para perwira muda tersebut, Jokowi mengatakan bahwa mereka adalah masa depan TNI dan Polri. Di tangan mereka, adaptasi dan reformasi institusi TNI dan Polri akan ditentukan. Presiden berharap mereka bisa terus mengimbangi, bahkan mendahului perkambangan tantangan modern. "Tantangan-tantangan yang sifatnya multidimensi yang tidak boleh kita biarkan jika kita ingin tetap menjaga keutuhan negara kita Indonesia," kata Jokowi.

    Presiden menyebut sejumlah tantangan yang dihadapi saat ini. Misalnya upaya pengeroposon nilai-nilai Pancasila, tindak kekerasan dan anarkisme, separatisme, dan terorisme, meningkatnya peredaran narkoba, dan penyelundupan.

    Baca juga : Hari Anak Nasional, Jokowi Ingin Hapuskan Budaya Ospek di Sekolah

    Di luar negeri, isu yang harus dicermati misalnya kompetisi global, permasalahan perbatasan, konflik antar negara, konflik intranegara, peperangan asitemetris, perebutan cadangan energi, dan perlombangan negara-negara berkekuatan militer maupun berkembangnya  ISIS dan terorisme.

    "Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, saya mengingatkan TNI dan Polri untuk selalu bersinergi, bergotong-royong untuk kepentingan Merah Putih, hilangkan ego sektoral, tingkatkan jiwa korsa serta soliditas, dan solidaritas TNI dan Polri," kata Jokowi. Presiden juga mengingatkan agar TNI dan Polri selalu berdiri bersama rakyat untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan rakyat.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.