Kekeringan Persulit Pemadaman Kebakaran 69 Hektare Hutan di Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas BPBD Aceh Besar dibantu Polisi Hutan dan aparat TNI/Polri berupaya memadamkan api yang membakar Taman Hutan Raya (Tahura) Seulawah di kawasan Lembah gunung Seulawah, Aceh Besar, Aceh, 10 Oktober 2016. Kebakaran ini menghanguskan puluhan hektare kawasan. ANTARA/Irwansyah Putra

    Petugas BPBD Aceh Besar dibantu Polisi Hutan dan aparat TNI/Polri berupaya memadamkan api yang membakar Taman Hutan Raya (Tahura) Seulawah di kawasan Lembah gunung Seulawah, Aceh Besar, Aceh, 10 Oktober 2016. Kebakaran ini menghanguskan puluhan hektare kawasan. ANTARA/Irwansyah Putra

    TEMPO.COBanda Aceh - Kebakaran hutan terjadi di Aceh Barat dan sebanyak 69 hektare yang terbakar tak mudah dipadamkan karena terjadi kekeringan. Penanganan terus berlangsung untuk memadamkan titik api. 
     
    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat T. Syahluna Polem mengatakan kebakaran lahan hutan berawal dari pembersihan lahan masyarakat dengan cara membakar sejak pekan lalu. Api kemudian menyebar ke lahan lain dan meluas. “Saat ini sudah 69 hektare terbakar. Hujan juga tidak turun sehingga menyulitkan pemadaman,” katanya kepada Tempo, Selasa, 25 Juli 2017. 
    Baca: 
    Satgas Kebakaran Hutan Riau Menangkap Pelaku Pembakaran Lahan
    BMKG: 70 Titik Panas Terpantau di Sumatera dan Terbanyak di Aceh 
     
    Menurut Syahluna, pihak BPBD, Basarnas, kepolisian, TNI, masyarakat, dan relawan lain terus melakukan upaya-upaya pemadaman api. Proses pemadaman dilakukan melibatkan mobil pemadam dan peralatan lain, seperti mesin pompa air yang dimiliki instansi terkait. 
     
    Kabut asap dilaporkan juga semakin tebal di Aceh Barat serta berimbas ke beberapa kabupaten lain di Aceh. BPBD Aceh Barat ikut membagikan masker kepada warga, termasuk para siswa. 
     
    Lahan yang terbakar meliputi enam kecamatan di Aceh Barat, yakni Kecamatan Woyla, Mereubo, Samatiga, Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Kaway XVI. 

    Menurut Syahluna, terdapat sejumlah kendala yang ditemui di lapangan, seperti tidak adanya akses jalan ke lokasi kebakaran hutan. Kemudian terbatasnya fasilitas mobil pemadam kebakaran dan truk tangki air untuk menyuplai air ke lokasi, juga jauhnya sumber air dari lokasi kebakaran.
     
    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.